Belum Unjuk Rasa Mahasiswa Dipukuli Orang Tak Dikenal Sampai berdarah

Belum Unjuk Rasa Mahasiswa Dipukuli Orang Tak Dikenal Sampai berdarah

Jakarta, – Aksi demonstrasi Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Jakarta Selatan didepan kantor Badan Intelejen Negara (BIN), berakhir ricuh, Mahasiswa dengan sekelompok orang tidak dikenal, Kamis (22/11).

Dalam bentrok itu, kami menduga Badan Intelejen Negara menyewa sekelompok preman bayaran untuk memukul mundur kami yang ingin menyampaikan aspirasi dimuka umum.”Ungkap aji

Aksi bentrok tersebut bermula para mahasiswa menuju kantor Badan Intelejen Negara dan dihadang dengan sekelompok orang yang mengaku warga sekitar dan anggota BIN itu sendiri.

“Saat kami mau sampai depan kantor BIN dan kami buka spanduk tiba-tiba sekelompok orang melarang kami untuk menyampaikan aspirasi dimuka umum, padahal sudah kami jelaskan aksi ini dilindungi oleh UUD 1945 dan kami sudah kirim surat kepolda metro jaya, lalu kami langsung dipukuli sekelompok orang tersebut,” ujar Ajiansyah Sangadji, Ketua Umum Pengurus Cabang SEMMI Jakarta Selatan.

Aji menjelaskan aksi demonstrasi dilakukan didepan kantor BIN untuk mengevaluasi kinerja kepala BIN di 3 tahun kepemimpinannya, kami demo karena kami ingin memberikan masukan kepada pemerintah khususnya BIN, lalu kenapa kami dipukuli dengan cara seperti ini, ini kan negara demokrasi semua harus tunduk sama UUD 1945 apa yang disembunyikan oleh BIN apakah 10 dosa itu benar,” tegas Aji.

Selanjutnya, Serikat mahasiswa muslimin indonesia akan menindak lanjuti perkara ini dan mengkonsolidasikan untuk pergerakan yang lebih besar lagi dalam waktu cepat. Ketua Umum Pengurus Cabang SEMMI Jakarta Selatan menuturkan terdapat 4 Orang mengalami luka luka dan 2 Orang mengalami kebocoran dikepalanya pasca bentrokan itu terjadi.

Diketahui sebelumnya sempat viral dimedia, PC SEMMI Jakarta Selatan menggelar konferensi pers menyebutkan terdapat 10 Dosa Budi Gunawan selama menjadi kepala Badan Intelejen Negara.

(Hms/KI)

Bagikan:
Tags: ,
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply