Tangerang,- Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, profesional, dan terpercaya terus diperkuat. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas aparatur di bidang komunikasi pemerintahan dan dokumentasi kegiatan pimpinan.
Melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Pemkab Tangerang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Naskah Sambutan/Pidato dan Pendokumentasian Kegiatan Pimpinan di VEGA Hotel Gading Serpong.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Tangerang dalam membangun sistem komunikasi publik yang lebih cepat, akurat, profesional, dan mudah dipahami masyarakat.
Sebanyak 70 peserta dari berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas, Badan, Bagian, RSUD hingga staf internal Prokopim mengikuti pelatihan intensif yang menghadirkan narasumber kompeten di bidang komunikasi pemerintahan dan dokumentasi visual profesional.
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli, menegaskan bahwa kualitas komunikasi pemerintah memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, setiap sambutan pimpinan daerah harus mampu merepresentasikan visi pembangunan Kabupaten Tangerang secara tepat, informatif, dan inspiratif. Begitu pula dokumentasi kegiatan pimpinan yang harus tersaji secara profesional sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.
“Komunikasi publik yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus bersinergi menghadirkan informasi yang akurat, jelas, dan berdampak,” ungkap Firzada Mahalli.
Bimtek ini menghadirkan Dr. Ayi Tejaningrum yang memberikan materi teknik penyusunan naskah resmi pemerintahan serta penggunaan diksi yang efektif dan komunikatif. Sementara materi dokumentasi visual disampaikan oleh videografer profesional Putra Ausa guna meningkatkan kualitas publikasi kegiatan pimpinan daerah.
Plt. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Tangerang, Ahmad Hapid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan informasi publik di lingkungan Pemkab Tangerang.
“Pemkab Tangerang terus mendorong aparatur yang adaptif, kreatif, dan profesional dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan setiap informasi pemerintah tersampaikan dengan baik dan berkualitas,” jelasnya.
Dengan penguatan kompetensi aparatur di bidang komunikasi dan dokumentasi, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis mampu menghadirkan pelayanan informasi publik yang semakin modern, transparan, dan terpercaya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional serta mendukung pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Pada pemaparan sesi materi penyusunan naskah pidato, Dr. Ayi Tejaningrum menjelaskan bahwa pidato merupakan seni berbicara di depan umum yang bertujuan menyampaikan gagasan, informasi, motivasi, maupun ajakan kepada audiens. Menurutnya, pidato yang baik harus memiliki struktur yang jelas, terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup, serta menggunakan bahasa yang efektif dan sesuai konteks acara.
“Pidato bukan hanya berbicara di depan umum, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dan memberi pengaruh positif kepada audiens,” ujar Dr. Ayi.
Ia menekankan pentingnya memahami karakteristik audiens sebelum menyusun naskah pidato agar gaya bahasa yang digunakan tepat sasaran. Selain itu, penyusunan kerangka pidato juga menjadi langkah penting untuk menjaga alur penyampaian tetap sistematis dan mudah dipahami.
Dalam materinya, Dr. Ayi juga memaparkan berbagai teknik penyusunan bagian penutup pidato yang menarik perhatian audiens, seperti penggunaan data dan fakta, kutipan tokoh, pertanyaan retoris, analogi cerita pendek, hingga pantun untuk suasana semiformal. Sementara pada bagian penutup, pidato harus disampaikan secara runtut, disertai ucapan terima kasih, harapan, dan salam penutup.
Sementara itu, pada sesi dokumentasi visual dan videografi, Putra Ausa memaparkan pentingnya pemahaman teori sebelum proses pengambilan gambar dilakukan. Menurutnya, karya video yang baik tidak cukup hanya sekadar merekam gambar, melainkan harus mampu menghidupkan cerita dan menyampaikan pesan visual kepada penonton.
“Videografi adalah bagaimana sebuah gambar memiliki makna dan mampu membangun emosi penonton,” jelasnya.
Ia menjelaskan konsep dasar sinematografi, termasuk pentingnya memahami storyline, kondisi lokasi, penggunaan alat, serta pengaturan pencahayaan melalui konsep exposure triangle yang terdiri dari ISO, shutter speed, dan aperture.
Dalam pemaparannya, Putra Ausa menjelaskan bahwa ISO menentukan sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya, shutter speed mengatur lamanya cahaya masuk ke sensor untuk menghasilkan gerakan yang halus, sedangkan aperture berfungsi mengontrol jumlah cahaya sekaligus kedalaman ruang gambar.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada enam komposisi dasar videografi, yakni rule of thirds, center framing, head room, nose room, walking room, dan leading lines. Teknik tersebut dinilai penting untuk menciptakan tampilan visual yang estetis dan nyaman dilihat.
Pada materi pengambilan sudut gambar (angle shot), Putra Ausa menekankan pentingnya variasi sudut pengambilan gambar agar video terlihat dinamis dan tidak monoton. Ia menyarankan minimal terdapat tiga variasi sudut pandang dalam satu adegan, yaitu long shot, medium shot, dan close up.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam menyusun komunikasi publik yang efektif sekaligus menghasilkan dokumentasi visual yang kreatif, informatif, dan memiliki nilai artistik dalam mendukung publikasi kegiatan pemerintahan maupun organisasi.
Adv











