Tempat Destinasi Wisata dan Kuliner Bintang Sukaharja Abaikan Prokes

Tempat Destinasi Wisata dan Kuliner Bintang Sukaharja Abaikan Prokes

Sindang Jaya – Destinasi Wisata dan Kuliner Bintang Sukaharja yang berada dijalan raya pasirgadung RT 02/01 Desa Sukaharja kecamatan Sindang jaya baru saja diresmikan pada Maret lalu oleh Camat Sindang jaya.

Bertepatan dengan bulan suci ramadhan 1442 H. Destinasi Wisata dan Kuliner bintang Sukaharja yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) banyak diminati pengunjung baik dilingkungan sekitar maupun diluar wilayah Sukaharja, mengingat suasana destinasi wisata kuliner bintang Sukaharja yang di design berbagai pemandangan yang indah Mulai dari fasilitas kolam ikan, tempat berphoto hingga bebek-bebekan.

Namun sangat disayangkan pasalnya pengelola tempat Destinasi wisata dan kuliner bintang Sukaharja tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, pantauan langsung wartawan Dilokasi pada sore hari menjelang buka puasa tanggal 2 Mei 2021. kurang lebih 300 pengunjung dibiarkan masuk secara bebas tanpa mengenakan masker serta tidak dilakukanya pengecekan suhu tubuh ataupun mencuci tangan terlebih dahulu yang dipandu oleh pengelola tempat wisata kuliner bintang Sukaharja sebelum masuk kelokasi.

Kepala Desa Sukaharja membiarkan dan terkesan tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Tentunya kegiatan ini melanggar protokol kesehatan sesuai PERGUB dan PERBUP Kabupaten tangerang No. 54 Tahun 2020 tentang PSBB yang didalamnya terdapat aturan jam operasional dan sangsi denda min 25 juta sampai dengan 50 juta.

Dengan adanya perpanjangan PPKM Mikro dikabupaten Tangerang bertujuan untuk melaksanakan monitor dalam rangka kegiatan desa membentuk aksi aman Covid-19.

Posko PPKM Mikro sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian dan juga evaluasi terhadap kegiatan penanganan Covid-19 pada skala mikro.

Secara garis besar upaya ini harus dijalankan sebaik mungkin oleh pemerintah desa dengan mendirikan posko PPKM Mikro pada sekala kecil.

Aspek pengendalian Covid-19 pada Posko PPKM Mikro terdiri dari sosialisasi penerapan 5M yaitu : Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, serta Mengurangi mobilitas kegiatan masyarakat di luar rumah, yang didalamnya masyarakat ikut berperan aktif dalam kegiatan ini, guna menekan penyebaran Covid-19 di tingkat desa masing-masing.

Dengan demikian, pemerintah desa berada digaris depan dalam mengkordinasikan warganya untuk meningkatkan kepatuhan kedisiplinan menjalankan Protokol kesehatan yang berlaku.

Saat dihubungi kepala desa Sukaharja via telphone seluler belum menjawab sehingga berita ini diterbitkan.

(Sopiyan)

Bagikan:
Tags: ,

No Responses

Tinggalkan Balasan