Tiga Orang TKW Asal Tirtayasa Serang Jadi Korban Perdagangan Manusia

Tiga Orang TKW Asal Tirtayasa Serang Jadi Korban Perdagangan Manusia

Kejarinfo.com – Penempatan PMI /TKI nonprocedural perusahaan tersebut tidak mempunyai legalitas Nama PT dan jelas di nilai ilegal.

Saat ini semakin marak pihak sponsor yang merekrut tenaga kerja wanita TKW yang akan di berangkatkan ke kawasan timur tengah oleh pihak sponsor yang hanya mementingkan keuntungan pribadi namun tidak mementingkan keselamatan bagi TKW tersebut.selasa,04/12/2019

Ada beberapa daerah yang saat ini marak memberangkatkan TKW seperti hal nya di daerah Domas dan pontang,praktek praktek penempatan PMI/TKI nonprocedural/ilegal di daerah Domas /pontang tidak bisa di biar kan, karena praktek penempatan PMI/TKI nonprocedural tidak terdaftar dan tercatat di Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi ( DISNAKERTRANS ) kabupaten setempat dan juga tidak mempunyai perjanjian kerja (PK) di negara penempatan dan ini sangat
membahayakan PMI/TKI di negara penempatan, karena tidak ada perjanjian kerja juga asuransi.

Saat ini ada beberapa kasus penempatan PMI/TKI Nonprocedural terkait pengaduan PMI/TKI yang sudah di tempatkan di negara penempatan,seperti Abudabi dan Qatar, mereka adalah korban PMI/TKI penempatan,kemudian mengadau ke Lembaga Swadaya Masyarakat DPD LSM forum perlindungan migrant indonesia (FPMI) kabupaten Tangerang.

Dari hasil keterangan PMI/TKI tersebut mereka mendapat perlakuan kurang baik di kantor Agency di negara penempatan,kalau PMI/TKI tidak mau bekerja,maka mereka akan mendapat siksaan dari pihak agency di negara penempatan.

Hal ini seperti yang di alami Maryamah dan Ida PMI/TKI asal Tirtayasa Kecamatan Tirtayasa kabupaten serang,mereka,TKW yang pernah mengalami kekerasan oleh sang majikan dan menjadi kenangan yang pahit selama bekerja menjadi PMI/TKI nonprocedural yang di rekrut lewat calo atau sponsor yang bernama Bakri dari daerah Domas pontang, dan pihak penempatan/pemproses bernama Ubaedilah/Ubai yang berdomisili di daerah Domas pontang.

Dari keterangan PMI/TKI yang menjadi korban,mereka adalah Maryamah, Ida dan Aisyah tiga Tenaga Kerja Wanita TKW ini, di proses lewat Ubaedilah/Ubai,kemudian PMI/TKI tersebut di medical, di wayah ciruas dan pasporan di tangerang,.

Kemudian sesudah medical dan pasporan para PMI/TKI tersebut menunggu di rumah sekitar kurang lebih dua minggu mereka di terbangkan ke kawasan negara yang di tuju yaitu Timur tengah.

Kemudian saat di tanya mengenai PT PMI/TKI tersebut,mereka berdalih tidak ada nama atau PT hanya lewat proses medical dan pasporan dan tidak ada balai latihan kerja (BLK).

Ada kurang lebih sekitar Tujuh PMI/TKI yang sudah di proses dan di kirim ke negara penempatan oleh Ubaidilah/Ubai di negara penempatan tanpa nama PT dan tanpa terdaftar maupun tercatat di Disnakertrans kabupaten setempat.

Menurut MARNAN selaku KETUA dari DPD LSM FPMI kabupaten Tangerang mengatakan

“Dengan adanya kasus seperti ini,Kami berharap khusus nya para instansi pemerintah, kepolisian, agar segera menindak tegas,bagi para pelaku yang tidak taat aturan”ujarnya.

Lebih lanjut di katakan “Karena sudah jelas pemerintah telah mengeluarkan peraturan kepmen RI No 260 Tahun 2015 tentang larangan/pencegahan,dan juga penempatan TKI ke negara timur tengah/moratorium penempatan PMI/TKI nonprocedural dimana para pelaku penempatan mempekerjakan para PMI/TKI tanpa berbadan hukum dan perjanjian kerja di negara penempatan,jelasPMI/TKI tersebut di perdagangkan di negara penempatan timur tengah”Tutup nya

Rin

Bagikan:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply