Cegah Tawuran Kapolresta Tangerang Akan Gandeng Dinas Pendidikan dan Walimurid

Cegah Tawuran Kapolresta Tangerang Akan Gandeng Dinas Pendidikan dan Walimurid

Kejarinfo – Dalam menyikapi tragedi tawuran pelajar yang terjadi di wilayah hukum polresta Tangerang pada hari Kamis pukul 16’30 di kawasan industri olek kp Bolang desa Pasir Bolang kec Tigaraksa kab Tangerang, Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi press release di Sektor Polsek Tigaraksa pada hari Selasa ( 03/12/2019 ).

Dalam acara tersebut Ade Ary mengatakan,” saya sangat prihatin dengan adanya kejadian tawuran pelajar yang terjadi,karena dalam kurun waktu tiga minggu masa kerja saya disini tapi sudah terjadi dua kali tawuran antar yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia dan ada yang terkena sabetan senjata tajam di bagian lehernya hingga mendapatkan 41 jahitan,”ujarnya

Untuk mencegah tawuran tidak terulang lagi, Ade menegaskan akan mengajak semua kalangan seperti dinas pendidikan, tokoh agama,  hingga termasuk para wali murid agar berperan menjaga peserta didik dari tawuran, pencegahan tawuran tak dapat dilakukan hanya oleh polisi namun peran orang tua dan unsur masyarakat lainnya juga sangat penting agar anak sadar bahwa tawuran adalah tindakan negatif dan berbahaya.

“Mulai Senin depan, anggota dari setiap wilayah akan menjadi irup dengan yang pertama dengantema anti tawuran dan selanjutnya dengan tema tolak narkoba” ucapnya.

Ade mengatakan, tawuran itu bermula dari saling ejek antara 2 pelajar di media sosial, usai saling ejek, para pelajar kemudian bersepakat untuk tawuran. Ade juga menambahkan, saat tawuran terjadi, jumlah kelompok korban lebih sedikit daripada jumlah kelompok lawan.

“Dua kelompok pelajar itu tawuran menggunakan senjata celurit, parang, badik, bambu runcing, hingga stik golf,” kata Ade.

Dari tawuran tersebut polisi mengamankan 9 orang pelajar yaitu KP (16), HS (16), DD (15), AS (15), SZ (14), MRO (15), AR (17), RH (15), dan S (15). Selain 9 pelajar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga meringkus 1 YOR yang sudah berusia 19 tahun atau dewasa. YOR, adalah alumni salah satu sekolah yang terlibat tawuran. YOR diajak lalu kemudian ikut terlibat dalam tawuran itu.

“Korban yang meninggal karena dibacok dari belakang adalah OP umur 17 th tinggal di kp kedondong rt 001/004 ds Pasir Nangka kec Tigaraksa kab Tangerang. Setelah ada korban tewas, para pelaku tawuran langsung berhamburan melarikan diri,” lanjutnya

Ketika awak media konfirmasi terhadap pihak Dinas Pendidikan yang di wakili oleh Kabid SMP H Fahruddin mengatakan,” kami sepakat dengan Kapolres yakni setiap hari Senin akan ke sekolah yang di bawah binaan kab Tangerang,dan untuk SMK/SMA saya masih koordinasi dengan PCTnya itu yang pertama.
Yang kedua nanti di awal th anggaran 2020 kaitan dengan MOS ( Masa Orientasi Siswa ) kita akan optimalkan lagi
Dan yang ketiga mohon kepada orang tua,semua berpulang kepada keluarga kami hanya di titip selama 8 jam, dan kami harus berupaya dengan melakukan suatu pembinaan dan sekolah bukan ketok magic yang artinya permasalahan dirumah akan kami minimalis di sekolah dan itu semua akan kembali kepada keluarganya.” jawabnya.

Rin

Bagikan:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply