AWDI Gelar Workshop Kompetensi Jurnalis 2020

AWDI Gelar Workshop Kompetensi Jurnalis 2020

Kejarinfo.com-| Bogor – Untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), menggelar “Workshop Kompetensi Jurnalis AWDI perdana di Wisma Kompas, Cipanas, Jawa Barat, selama dua hari 23-24 Januari 2020.

Dari kuota kepersertaan sebanyak 25 orang, namun ternyata karena antusias yang begitu tinggi menjadi 45 orang. Para peserta datang dari berbagai daerah, yakni DKI Jakarta, Bekasi, Tanggerang, dan Smatera Selatan.

Sedangkan pemberi materi dari kalangan profesional yang tidak diragukan lagi kiprahnya dalam dunia kewartawanan, yakni Aat Surya Safaat, merupakan wartawan senior, kepala biro kantor berita Antara yang bermarkas besar PBB New York 1993-1998, Uten Sutendi mantan wartawan Media Indonesia sekaligus sebagai budayawan, Dadan Muliansyah selaku pengamat jurnalistik, Kusnul Arifin dari Asosiasi Dosen Pendidikan Kewarganegaraan Seluruh Indonesia, serta Direktur Lembaga Bantuan Hukum PPK dan Biro Hukum Tipikor PSMTI Banten, Jon Hendry.

Para narasumber dan peserta usai Workshop Kompetensi Jurnalis AWDI ke-1 2020.

Gelaran ini juga dihadiri Ketua Umum AWDI, Budi Wahyudin, Sekretaris Jenderal AWDI, Ali Nasrullah Ramadhan serta pengurus kesekjenan AWDI beserta anggota AWDI.

Adapun materi yang disampaikan oleh para pemberi materi mulai dari bagaimana seorang wartawan menjadi publik speaking yang andal, membuat berita berdasarkan kaidah jurnalistik, hingga pemberitaan yang tidak menabrak UU pers.

Aat Surya Safaat mengatakan, bahwa seorang wartawan harus rajin untuk membaca, dan minimal bisa satu bahasa asing, seperti bahasa Inggris.

“Kata pendiri Microsoft, Bill Gates mengatakan paradigma kaya adalah kuasai informasi teknologi, bahasa asing, silaturahmi, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” ujarnya.

Uten Sutendi menyampaikan seorang jurnalis yang sukses itu yang bisa berbicara dan menulis. Menurut dia, banyak tokoh-tokoh dunia menerapkan dua hal itu, seperti Presiden AS ke-44 Obama, Presiden Pertama Indonesia Soekarno dan pemimpin Revolusi Republik Iran Ayatollah Khoemeini.

“Jadi publik speaking sangat penting bagi seorang jurnalis. Kalau ada matahari di dunia ini, salah satunya jurnalis. Jangan disia-siakan jurnalis kita,” katanya.

Sekjen AWDI, Ali Nasrallah Ramadhan bersama pembicara Aat Surya Safaat dan Uten Sutendi

Dalam kesempatan itu, Budi Wahyudin mengingatkan kepada para peserta untuk bertekad menjadi seorang leadership dan juga menguasai linguistik jurnalistik.

“Kita harus terus belajar tentang ilmu linguistik jurnalistik, retorita dan juga menjadi leadership. Sesuai perkembangan yang sangat cepat saat ini, kita jangan sampai kalah dalam dunia sains dan juga pemberitaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, AWDI adalah sebuah organisasi yang lahir pada 20 tahun lamanya yang memiliki pengurus, dan anggota dari berbagai kalangan profesional, yakni akademisi, praktisi, pengusaha, dan wartawan.

Sesuai dengan visi dan misinya, AWDI akan mewujudkan insan pers yang mandiri, sejahtera dan independen, berkomitmen untuk mengawal UU pers kemudian mewujudkan empat pilar dalam bingkai nasionalisme dan bekerja secara profesional. ( Sopian )

Bagikan:
Tags:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply