Kejarinfo.com,-Banyumas – Kasus dugaan malpraktik dialami Ari Santoso (70) warga Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas
Dirinya harus diamputasi lengan kirinya usai diinfus di RS Siaga Medika Banyumas.
Akibat di infus dan harus diamputasi, dirinya meminta bantuan upaya hukum melalui Peradi SAI Purwokerto, Djoko Susanto.
Ari menuturkan kejadian yang menimpa dirinya, awalnya masuk ke rumah sakit Siaga Medika Banyumas pada Rabu (5/5/2021) dengan keluhan sakit perut dan muntah-muntah sekira pukul 09.30, sesampai di rumah sakit ia mendapat penanganan dengan dipasang infus.
Saat diinfus, dirinya tidak begitu merasa tidak sakit, setelah infus tangannya cekot-cekot, seperti ditusuk jarum, kata lelaki yang kesehariannya buruh serabutan ini.
Selang sehari, sakitnya justeru semakin bertambah parah, tangannya semakin membiru, ungkapnya.
Disaat itu, dirinya sempat ingin bertemu dengan dokter yang menangani, namun, hingga hari jumat, dokter tak kunjung menemuinya tutur Ary.
Pada saat itu, anaknya juga alhirnya menemui pihak rumah sakit dan mendapat surat rekomendasi bahwa tangan Ari harus diamputasi pada hari Minggu.
“Saya langsung kaget dan menangis, ketika mendapat kabar tangan saya harus di amputasi.
“Saya tidak tahu rasa yang sebenarnya diinfus yang benar itu bagaimana sebab, seumur-umur hidup baru kali ini diinfus, keluhnya.
” sebelumnya saya tidak pernah ada penyakit apapun, baik diabetespun saya tidak ada,” terannya.
Terkait hal ini, Ia akan melakukan upaya hukum dugaan malpraktik ini. langkah ini harus saya lakukan karena saya menjadi cacat seumur hidup,” imbuhnya.
Ketua Peradi SAI Purwokerto, Djoko Susanto mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum melaporkan ke Presiden melalui menteri kesehatan. “Ini pasien rumah sakit keluhannya kan penyakit dalam. Namun penanganan dalam rumah sakit malah mengakibatkan dugaan pecah pembuluh darah di tangannya dan mengharuskan diamputasi,” icapnya.
Pihaknya juga akan melakukan upaya advokasi untuk meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit. “Pasien dalam keadaan sehat dalam arti fisik tidak ada masalah. Tidak memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga menyayangkan jika pasien juga disatukan kamarnya dengan pasien Covid-19.
Dirut RS Siaga Banyumas, dr Panji Anggara mengatakan akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab.
“Untuk detailnya, kami akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab,” katanya. (DY)
















Hari ini : 1484
Kemarin : 1619
Total Kunjungan : 2053711
Hits Hari ini : 6677
Who's Online : 26