AR Diringkus Satreskrim Polresta Tangerang Terbukti Melakukan Pembunuhan

AR Diringkus Satreskrim Polresta Tangerang Terbukti Melakukan Pembunuhan

kejarinfo.com – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang membekuk seorang pria berinisial AR (27), Warga Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

AR diringkus lantaran diduga sebagai salah satu pelaku pengeroyokan terhadap Heri dan Dede Rustandi warga Kampung Ciapus Indah, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Akibat pengeroyokan itu, korban Heri meninggal dunia.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan,” peristiwa pengeroyokan bermula saat tersangka bersama rekan-rekannya menggelar aksi balap motor liar di Kawasan Industri Millenium, Kecamatan Panongan, pada Minggu (17/11/19) lalu.” Jelasnya

Korban Heri dan Dede bernait membubarkan aksi balap motor liar itu. Saat melakukan pembubaran, korban Heri dan Dede dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Saat membubarkan itu, korban Heri memukul salah satu orang yang sedang menonton balap liar itu,” kata Ade di Mapolresta Tangerang, Jumat (22/11/19).

Para pelaku, lanjut Ade, tidak terima atas pemukulan itu. Mereka pun kemudian merencanakan membalas perlakuan itu lantas para pelaku kemudian mencari keberadaan korban Heri dan Dede.

Kemudian para pelaku bertemu dengan kedua korban di Jalan Baru Pemda, Kampung Palahlar, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa. Tersangka AR yang berboncengan dengan SH kemudian langsung menghantamkan balok kayu yang telah dibawa ke bagian belakang kepala korban Heri.

Menurut Ade,”Akibat pemukulan itu, korban Heri mengalami luka parah dan patah di bagian lengan hingga meninggal dunia. Sementara korban Dede hanya mengalami luka-luka,” terangnya

Anggota polres langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku usai menerima laporan. Polisi memulai penyelidikan dengan mencari tahu kelompok yang melakukan balap liar pada saat peristiwa.

Dari hasil penyelidikan, lanjut Ade, diperoleh keterangan bahwa yang melakukan aksi balap motor liar pada saat peristiwa adalah kelompok yang menamakan diri ‘Yuk Kita Setting’ atau YKS. Kelompok ini, tambah Ade, berasal dari Kecamatan Panongan.

“Tanggal 21 November 2019, kami akhirnya meringkus AR dan 8 orang lainnya di Kampung Sempur, Desa Peusar, Panongan dan dari hasil pemeriksaan, pengeroyokan hanya dilakukan oleh AR dan SH yang saat ini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) meski demikian kedelapan orang itu masih terus kami dalami perannya,” lanjut Ade

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah balok kayu, 2 unit sepeda motor, dan 2 helai helai pakaian yang terkena bercak darah, dan 1 helai.

Atas perbuatannya, tersangka AR dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Rin

Bagikan:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply