Pelayanan Tilang Di Kejari Jakarta Barat Dikeluhkan

TANGERANG, Kejarinfo.com – Pelayanan pengambilan Barang Bukti Pelanggaran (Tilang) pelanggar lalu lintas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat dinilai tidak memberikan kemudahan bagi masyarakat. Bahkan dianggap memberatkan.

Pasalnya, selain membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau denda tilang, para pelanggar lalu lintas juga harus merogoh kantong untuk membayar biaya pengiriman tilang.

Beban biaya pengiriman tilang sebesar Rp 30.000,- untuk wilayah Jabodetabek yang dibayarkan di Koperasi Teguh Sejahtera Bersama. dinilai lebih mahal dari rata-rata biaya pengiriman barang dari toko online.

“Selain biaya tilangan, kita dibebankan biaya pengiriman sebesar tiga puluh ribu. Itu untuk wilayah Jabodetabek,” ujar JS. Manurung di Tangerang, Selasa (19/4/2022)

Biaya pengiriman itu dinilainya jauh lebih mahal dari biaya pengiriman barang dari toko-toko online.

“Masa sebesar itu ? Ongkos kirim barang di toko online saja cuma sekitar tujuh ribuan,” imbuhnya.

Dia mengaku tidak keberatan kalau barang bukti tilang tiba atau diterima dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sudah mahal, tapi seminggu bukti tilang belum juga sampai ? Kalau diantar oleh pejalan kakipun, pasti sehari sudah sampai di tempat. Emang Kejaksaan Jakarta Barat dan Tangerang berapa kilometer ?,” ujarnya menumpahkan kekesalannya.

Pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang dikonfirmasi terkait keluhan itu mengaku bahwa keluhan- keluhan seperti itu sudah banyak diterima.

“Itu karena yang bersangkutan tidak memahami soal biaya dan proses pengiriman itu,” kata Didin Syarifudin petugas penanganan tilang Kejari Jakbar, Kamis (21/4/2022).

Didin menjelaskan, biaya pengiriman barang bukti tilang sebenarnya hanya Rp 18.000,- plus Asuransi Rp 2.000,-. Sisanya adalah biaya administrasi Koperasi Teguh Sejahtera Bersama selaku pengelola pengiriman.

“Biaya itu terdiri dari ongkos kirim dengan jasa JNE delapan belas ribu, asuransi dua ribu, dan sisanya untuk administrasi koperasi. Dalam hal ini yang mengurus pengiriman itu adalah koperasi,” tuturnya.

Terkait keterlambatan pengiriman yang dikeluhkan, kata Didin, itu karena kesalahan orang yang mengurus atau yang mengambilnya. Barang tidak sampai ke tujuan karena alamat tidak jelas atau penerima tidak ditemukan oleh kurir.

“Bukan salah di kami. Alamat penerima yang tidak jelas. Barang dikembalikan ke kami oleh JNE karena penerima atau alamat penerima tidak jelas atau tidak ditemukan,” kata Didin.

“Kami sudah menghubungi langsung dan sudah diambil langsung. Jadi sudah clear itu,” pungkasnya.

Listen

Pos terkait