Marsel Wellip, AMD Saya Tetap Legowo Jika Dicopot Dari Jabatan Kapus oleh Bupati

Marsel Wellip, AMD Saya Tetap Legowo Jika Dicopot Dari Jabatan Kapus oleh Bupati

 

KEJARINFO. COM,|PAPUA – Sesuai dengan surat edaran Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor DG. 02.01/2.2/3459.1/2021 tertanggal 17 September 2021, tentang Jaminan Keamanan tenaga kesehatan Nusantara sehat di Propinsi Papua dan Papua Barat yang di tujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lokus (Lokasih Khusus) Penempatan Nusantara sehat yang mana dalam daftar terlampir terdiri dari 15 Kabupaten di Propinsi Papua dan Papua Barat termasuk Kabupaten Keerom berada di posisi nomor 2 dalam surat edaran tersebut.

Hal itu di ungkapkan Marselinus Wellip. A. Md Kep. saat mengklarifikasih beredarnya isu di copot jabatannya sebagai Kepala Puskesmas Milky Distrik Towe oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager S. Hut, Mup, di kediamannya kepada Kejarinfo,com, (20/9/2021)

Di Katakan, Jaminan Keamanan tenaga kesehatan penugasan khusus Nusantara Sehat maupun Nakes dari daerah yang masih aktif bertugas pada Puskesmas Milky Distrik Towe Kabupaten Keerom tentunya perlu mendapat perhatian kita semua, karena saya sangat pahami seluruh jalur aktifitas wilayah ini, dari TKP (Distrik Kiwirok Pegunungan Bintang) Ke Kampung Milky Distrik Towe Kabupaten Keerom, dapat di tempuh hanya dalam dua hari.

Wilayah ini saya anggap rawan sehingga saya antisipiasi dan berusaha ambil langkah cepat berdasarkan surat edaran Kementrian kesehatan dalam mengevakuasi, khusus Nusantara sehat atau tenaga kesehatan yang di tempatkan oleh kementrian dan saya tidak mengevakuasi seluruh Nakes termasuk Nakes Daerah.

Kata Marselinus, Himbauan Bupati agar seluruh nakes daerah maupun tenaga medis yang di tempatkan oleh kementrian tidak perlu di evakuasi karena Kampung Milky Distrik Towe di anggap aman dari gangguan Keamanan, namun saya tidak di informasihkan oleh pihak dinas, agar saya tidak mengevakuasi tenaga kesehatan (Nusantara Sehat) asal Kementrian sebanyak 6 orang yang di tempatkan di Puskesmas Milky.

Informasih tersebut sampe di saya, tidak mungkin saya mau mengevakuasi, hanya saja kepedulian saya terhadap nyawa teman teman maka, saya ambil langkah untuk meminta pesawat terbang ke milky untuk mengevakuasinya.

Menurut Marselinus Wellip, Kampung Milky Distrik Towe sangat dekat dengan Tempat kejadian Perkara (TKP) yang di serang oleh KKB (Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang), jarak tempuhnya hanya 2 hari perjalanan, ini masih masuk dalam kategori wilayah rawan. Selain itu Kampung Milky juga tidak memiliki akses jalan darat, tidak memiliki jaringan komunikasih, jika terjadi hal hal negatif secara tiba tiba seperti yang terjadi di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungam Bintang siapa yang bertanggung jawab.

 

 

Langkah langka ini di ambil berdasarkan berbagai pertimbangan keamanan Khususnya di Kampung Milky Distrik Towe, Kami berupaya mengevakuasi umtuk melihat situasi beberapa minggu kedepan, jika sudah di anggap aman, kami sendiri yang antar lagi untuk kembali mengabdi.. Ujar Marselinus.

Di singgung soal jabatannya (Kepala Puskesmas) yang di copot Bupati Keerom, Lebih Jauh Marselinus Wellip, mengatakan, Masalah jabatan saya tidak mempersoalkannya karena itu haknya Bupati, Jika bupati mau mencopot jabatan saya berdasarkan pandangannya, atau berdasarkan isu isu orang lain bahwa saya tidak mengabdi, ya itu haknya bupati saya tetap legowo.

Sebelum saya tinggalkan Puskesmas Milky, saya hanya berharap kepada Dinas Kesehatan, hak hak tenaga Nakes Kontrak Daerah di Puskesmas Milky, enam bulan berjalan (April – September) agar segera di bayar, sehingga walaupun saya sudah tidak ada mereka bisa terus mengabdi.. (NAB)

Bagikan:

No Responses

Comments are closed.