Mardjoko Mantan Bupati Banyumas Memberikan Bantuan Peti Mati Ke RSUD Banyumas

Banyumas ( Kejarinfo ) – Mantan Bupati Banyumas Mardjoko masih tetap memperhatikan kondisi Banyumas.

Melihat tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di Banyumas, Mardjoko tergerak untuk memberikan bantuan peti jenazah yang diberikan langsung ke RSUD Banyumas.

“Peti jenazah ini bantuan dari Pak Mardjoko, saya bersama Ibu Tjutjun dan Pak Soeroso, mewakili beliau untuk menyerahkan bantuan peti jenazah ini ke RSUD Banyumas,” katanya.

Mantan Sekda Banyumas Mayangkoro Mengatakan kondisi Banyumas saat ini cukup memprihatinkan karena masih berada di level 4 penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Ia berharap kondisi segera membaik dan pulih, serta tingkat kesembuhan pasien Covid-19 meningkat.

“Mardjoko memberikan bantuan peti jenazah yang sudah siap pakai dan langsung kita antarkan ke RSUD Banyumas, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung dipergunakan,” katanya.

Penyerahan bantuan peti jenazah tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Banyumas, dr Dani Esti Novia menyatakan ucapan terima kasih atas bantuan peti jenazah yang diberikan.

hal tersebut akan sangat berguna untuk mempercepat pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia, sebab peti sudah siap di tempat.

“Kita sangat berterima kasih atas pemberian bantuan peti jenazah ini,” katanya.

RSUD Banyumas merawat 107 orang pasien Covid-19.

Jumlah tersebut mulai menurun sejak awal bulan Agustus ini. Sebelumnya jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Banyumas mencapai 120 orang.

“Untuk angka kematian juga sudah mulai menurun, sekarang yang meninggal 3-4 orang per hari, tetapi terkadang juga tidak ada yang meninggal dalam satu hari,” jelasnya.

Pasien Covid-19 yang meningal dunia, lanjutnya, sebagian besar merupakan kormobid atau mempunyai penyakit bawaan diabetes militus ataupun gagal ginjal.

Pada beberapa kasus, pasien dibawa ke RSUD Banyumas sudah dalam kondisi parah, sehingga tidak tertolong.

“Kebanyakan kasus kematian karena pasien merupakan kormobid, ataupun mengalami penurunan pernafasan dengan cepat, serta pasien yang kurang kooperatif menjaga asupan gizi dan makan. Namun, sekarang ini kecenderungan tingkat kesembuhan meningkat dan kematian menurun,” katanya.(Dik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *