Kadinkes Purbalingga Akui Adanya Klaster Baru Masyarakat Harus Tertib Prokes

Purbalingga – Menjelang lebaran 2021 bermunculan klaster baru di berbagai daerah termasuk juga di wilayah Kabupaten Purbalingga. Mulai klaster tarawih, klaster pondok pesantren, sampai klaster tilik bayi. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya kegiatan kemasyarakatan oleh karenanya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran tertib protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono, hingga saat ini penyebaran virus Korona masih terjadi. Menjelang lebaran aktifitas masyarakat meningkat. Karena itu butuh peran serta semua elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan.

Bacaan Lainnya

β€œTim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap munculnya klaster baru penyebaran Covid-19,” katanya.
Kaster salat tarawih di Desa Karangnangka Kecamatan Mrebe, muncul pada Kamis (09/05/2021) lalu.

Klaster Pondok Pesantren di Kecamatan Bukateja dan klaster Tilik Bayi di Kecamatan Rembang awal bulan ini.Apa lagi sekarang mau lebaran. Pasti banyak pemudik yang berdatangan. Ini harus diantisipasi agar tidak menimbulkan klaster baru lagi,” katanya.

Terkait klaster tarawih, pihaknya juga meminta agar tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di tingkat kecamatan untuk melakukan sidak dan pemantauan kegiatan ibadah. Kegiatan itu akan didampingi polisi dan TNI.

Klaster salat tarawih di Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet berawal dadi salah satu anggota takmir musala yang sakit dan dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Mrebet kemudian melakukan penelusuran berupa tes Swab PCR kepada para jemaah Dari 27 jemaah yang dites Swab, 19 dinyatakan positif terpapar Covid-19,” katanya.

bagi para pemudik diimbau untuk melakukan isolasi mandiri, minimal lima hari. Selain itu juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas terdekat. Kepada kepala desa untuk lebih waspada dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

Jemaah yang terpapar virus, dalam kondisi sehat dan tanpa gejala. Kini mereka melakukan isolasi mandiri dan disuplai vitamin oleh Puskesmas Mrebet. Selain itu, juga dilakukan lockdown di area musala tersebut.

Dicky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *