Dinporabudpar Banyumas Berupaya Kebangkitan Ekonomi Pariwisata

Dinporabudpar Banyumas Berupaya Kebangkitan Ekonomi Pariwisata

Banyumas-Pelaku wisata di Banyumas bagian barat berdiskusi tentang upaya meningkatkan kunjungan wisata Meskipun tempat wisata sudah diperbolehkan beroperasi sejak tiga bulan lalu, namun momentum libur Lebaran tahun ini diprediksi tetap tak mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Kabupaten Banyumas.

Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan pemerintah, dipastikan akan berdampak terhadap pelaku pariwisata di Kabupaten Banyumas. Kunjungan wisata dipastikan berkurang dan hanya bisa mengandalkan dari wisatawan lokal.

Libur Lebaran tahun ini, sebagaimana Lebaran tahun sebelumnya, kita tetap belum bisa mengharapkan kunjungan maksimal dari wisatawan, karena adanya larangan mudik, maka kita hanya bisa mengandalkan wisatawan lokal saja. katanya.

Dinporabudpar Banyumas tengah berkeliling melakukan sosialisasi kepada para pelaku wisata supaya bisa tetap melakukan promosi secara maksimal. Namun, ditujukan untuk wisatawan lokal, mengingat untuk kunjungan wisata antar kabupaten/kota dalam satu provinsi masih diperbolehkan.

Wakhyono menjelaskan larangan mudik Lebaran tersebut banyak dikeluhkan oleh para pelaku wisata di Banyumas. Namun, mengingat hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat, harus dipatuhi.
“Kita harus dukung dan laksanakan kebijakan tersebut, toh larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19, sehingga tujuannya adalah untuk kebaikan bersama,” katanya.

para pelaku wisata tetap bersemangat dan melakukan upaya untuk menarik wisatawan lokal semaksimal mungkin. Dinporabudpar Kabupaten Banyumas sedang gencar melakukan pembentukan dan pendampingan desa wisata.Di Banyumas sudah terbentuk 15 desa wisata.

Kabid Pariwisata Wakhyono mengatakan libur Lebaran memang tidak panjang karena tidak ada cuti bersama ataupun iibur bersama. Namun, tetap ada hari Sabtu dan Minggu setelah Lebaran, sehingga liburan tetap berlanjut.

“Lebaran jatuh pada hari Kamis dan Jumat, setelah itu hari Sabtu dan Minggu, jadi meskipun tidak ada libur atau cuti bersama, masa libur Lebaran sudah cukup panjang, sampai empat hari, ditambah Sabtu dan Minggu. Sehingga tetap ada kesempatan untuk menarik kunjungan wisata,” katanya

Dicky

Bagikan:
Tags: , ,

No Responses

Leave a Reply