Semangat Pendidikan Kesetaraan dan Inklusif, Relawan TIK Banten Edukasi Literasi Digital Warga Belajar Baru PKBM Himata Tangerang

Sindang Jaya – Belum terhenti, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten masih melakukan edukasi literasi digital dalam program kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) Chip In Masa Pengenalan Lingkungan Studi (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Himata Sindang Jaya Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Berbeda kalender pendidikan dengan satuan pendidikan formal, PKBM Himata baru melaksanakan MPLS pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Momen ini menjadi langka karena urgensitas edukasi literasi digital tidak hanya pada sektor sekolah dan madrasah, namun juga digalakan oleh Relawan TIK Provinsi Banten pada PKBM sebagai sektor pendidikan nonformal. Sebanyak 40 orang warga belajar dari jenjang Paket A, B, dan C antusias menyimak paparan dan berdiskusi di ruang sederhana PKBM yang dirintis sejak tahun 2007 tersebut.

Bacaan Lainnya

Ahmad Taufiq Jamaludin, Ketua Relawan TIK Provinsi Banten selaku Fasilitator mengungkapkan rasa luar biasa bisa bertemu para warga belajar PKBM Himata, ia tidak bisa menutupi rasa harunya dan mengapresiasi semangat belajar mereka yang tak kalah dengan murid di sekolah. Dengan segala kondisi, mereka tetap semangat menyambung kesempatan melalui program kesetaraan guna mendapatkan akses pendidikan demi kesejahteraan masa depan.

Taufiq menitipkan pesan bahwa literasi digital sangatlah penting sebagai bekal dalam menggunakan teknologi digital, apalagi para warga belajar bisa memanfaatkan internet sebagai sumber belajar yang luas, meski tidak sekolah. Dan bagi yang kemarin tidak terkejar sekolah, maka PKBM menjadi jalan untuk mendapatkan legalitas ijazah sebagai bukti telah cakap dan lulus dalam suatu jenjang pendidikan.

 

“Ilmu dan keterampilan saat ini bisa diakses melalui internet dengan mudah, karenanya literasi digital sangatlah penting agar teknologi benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik dan berujung pada kesejahteraan. Tetap semangat melanjutkan pendidikan melalui PKBM ya, kalian adalah orang-orang hebat yang menolak stigma putus sekolah,” ujar Taufiq menyemangati.

Sementara itu, Madsoni selaku Kepala PKBM Himata mengucapkan terima kasih atas kesediaan Relawan TIK Provinsi Banten hadir mengedukasi warga belajarnya. Sehingga diharapkan, dapat memotivasi bahwa palung samudera luas dunia internet yang menyimpan ilmu pengetahuan itu dapat dimanfaatkan untuk bekal kehidupan.

“Terima kasih kepada Kang Taufiq sudah mampir ke sini, dulu di sini gubuk saung, alhamdulilah kini sudah memiliki bangunan permanen yang layak dan membuahkan puluhan angkatan yang lulus, sehingga tidak jadi putus sekolah”, ujar Madsoni yang juga merupakan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Ia pun berharap pada warga belajar agar tidak putus harapan dalam menempuh pendidikan, karena pendidikan itu sangat penting bagi masa depan. Pendidikan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas taraf hidup, memperluas peluang kerja, dan membentuk karakter yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir 28 orang mahasiswa angkatan 2026 dalam program Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) angkatan 23 kelompok XI dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang.

“Kunjungan dan kegiatan bersama di PKBM Himata Desa Sindangsono ini membuka mata kami secara langsung mengenai pentingnya pendidikan kesetaraan. Semangat para warga belajar di sini sangat luar biasa dan menginspirasi. Besar harapan kami, melalui pendampingan ini apalagi kolaborasi dengan Relawan TIK, masyarakat Desa Sindangsono tidak hanya terbantu secara akademis, tetapi juga makin melek teknologi,” ungkap Hery selaku Ketua Kelompok XI.

Ia pun melanjutkan bahwa penguatan literasi digital yang berkelanjutan akan menjadi pilar penting agar masyarakat terhindar dari informasi palsu (hoaks) sekaligus mampu mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup.

Salah seorang peserta dadi program kesetaraan Paket C, Hafidz mengaku antusias menerima paparan edukasi dari Kang Taufiq.

“Saya sangat senang hari ini dan tertarik untuk bisa belajar mendalam tentang digital marketing ke depannya. Benar apa yang disampaikan oleh Kang Taufiq bahwa salah satu pilar literasi digital adalah cakap/kompeten digital, dimana kita harus mampu memanfaatkan secara maksimal bahkan meningkatkan kesejahteraan. Gimana internet itu tidak hanya kita konsumsi tapi jadi cuan. Sementara ini saya sedang berpikir barang apa yang akan saya pasarkan di internet kelak,” ucap Hafidz di akhir acara.

(Dk)

Pos terkait