Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta Ambil Sampel Tanaman di Sukaasih Pasarkemis

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 46;

Kejarinfo.com – Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta melakukan pengecekan tanaman secara langsung di wilayah kp. Teureup desa suka asih pasarkemis, dengan melalui pemeriksaan fisik pada media pembawa yang masuk ke Indonesia melalui bandara, seperti tumbuhan dan produk tumbuhan untuk mencegah hama penyakit yang tidak diinginkan. Kamis 11/9/2025

Dika selaku petugas Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengatakan, untuk saat ini baru mengumpulkan 21 Sampel tanaman yang ada di kabupaten Tangerang , belum di gabung dengan kelompok lainya. Insya Allah kami akan segera mengadakan seminar hasil pemantauan OPTK Tahun 2025.

Pemeriksaan perkebunan ini dilakukan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian. Alhamdulilah selama ini untuk wilayah banten belum ada penemuan virus yang kita pastikan di berbagai tanaman, baru ada pada tahun 2023 itu pun wilayah bogor.” Katanya

Sementara itu Dedi selaku pemilik tanaman cabai, tomat dan jagung di wilayah desa Suka Asih Pasarkemis menyampaikan terimakasih kepada tim unit pelaksana Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, yang sudah melakukan pengambilan sampel tanaman seperti, pohon cabai, pohon tomat, pohon, jagung dan pohon tebu, hal ini bertujuan untuk memastikan tanaman terhindar dari virus SALBE yang berasal dari salah satu wilayah di luar negeri.


Sebab virus ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pada tumbuhan, seperti virus mosaik yang menyebabkan bercak dan daun keriting, atau virus gemini yang menyebabkan penyakit kuning dan menghambat pertumbuhan. Selain itu virus ini bisa menyebar melalui serangga (vektor), tangan dan alat yang terkontaminasi, media tanam yang terinfeksi, atau melalui kontak langsung antar tanaman. Ungkap Dedi yang juga berprofesi Jurnalis.

Hal senada disampaikan Yogi Suprayogi selaku Petugas Pengendali organisme Penggangu Tumbuhan ( POPT ) UPTD BPTPHP Banten, semoga pertanian di tangerang khususnya di banten, tidak terserang hama penyakit yang di katagorikan sangat berbahaya bagi tanaman, saya selalu petugas POPT Banten akan terus berupaya dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman agar terus sehat dan para petani bisa menikmati hasil yang maksimal. Tambahnya

Rf

Pos terkait