Rajeg — Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Provinsi Banten kembali hadir di SMK Citra Madani Rajeg Kabupaten Tangerang, Rabu (15/07). Tujuannya untuk mengedukasi 150 murid baru dalam rangkaian kegiatan Relawan TIK Goes to School (REGOS) Chip in Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.
Seminar interaktif bertajuk: “Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial” ini menjadi bagian rangkaian kegiatan sesuai petunjuk teknis (juknis) MPLS yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Mulai dari paparan pilar literasi digital, pendalaman etika bermedia sosial, simulasi, menonton film pendek bersama, serta berdiskusi studi kasus etika digital yang difasilitasi oleh 2 orang narasumber/fasilitator, yakni Ahmad Taufiq Jamaludin (Ketua Relawan TIK Provinsi Banten) dan Ilham Jumadi (Kabid Komunikasi Publik Relawan TIK Provinsi Banten).
Dalam paparannya, Taufiq mengingatkan bahwa jejak digital itu abadi dan saat ini penerimaan kerja seringkali memeriksa riwayat email dan akun pelamar kerja.
“Hati-hati lho, jejak digital itu abadi. Sekarang, para HRD selalu mengecek sangat detil riwayat email dan medsos para pelamar kerja. Maka, kita harus lebih berhati-hati dalam membuat status/story misalkan, karena kita tidak tahu apakah dalam hitungan detik sudah ada yang screenshot. Hati-hati juga dalam perpolitikan, jangan sampai diskusi medsos memancing kita mengeluarkan ujaran kebencian. Jejak digital itu sebuah nilai diri yang akan dilihat orang sampai kapanpun,” ungkap Taufiq.
Usai acara Taufiq juga menyampaikan bahwa secara simultan dalam Pekan MPLS, Relawan TIK Provinsi Banten berkeliling ke sekolah-sekolah yang sudah terkoordinasi untuk menyelenggarakan edukasi literasi digital bagi para murid baru.
“Dalam rangka mewujudkan Banten Makin Cakap Digital, kami memiliki program Gerebek Digital dimana kami menjemput bola kepada para peserta edukasi, khususnya anak-anak muda yang akan mengisi bonis demografi di masa mendatang. Salah satunya dengan REGOS Chip in MPLS ini. Meski belum banyak SDM Trainer kami, namun kami berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas pengabdian guna mencerdaskan generasi Indonesia Emas yang cakap digital. Selain tim di sini ada juga bersamaan hari ini di SMPN 10 & 14 Kota Tangerang, SDN Sukamanah III Rajeg, SMKN 13 Pandeglang, dan sekolah lain yang siap pasca MPLS masih menunggu koordinasi lebih lanjut untuk diselenggarakan edukasi literasi digital secara sukarela,” ungkap Taufiq.
Di tempat terpisah, Ketua Yayasan Citra Madani, H. Jaenudin Prawira Negara menyampaikan ucapan terima kasih karena Relawan TIK tidak bosan mengedukasi murid-murid terkait literasi digital tiap tahunnya. Ia berharap lulusan SMK Citra Madani selalu mudah diserap dunia kerja dengan keterampilan soft skill dan hard skill-nya. Salah satunya adalah etika di dunia digital.
“Setuju yang disampaikan Kang Taufiq, bahwa etika di medsos sangat berdampak terhadap kesempatan berkarir di dunia kerja, karenanya kami selalu mengupayakan agar tidak ada budaya perundungan di antara mereka. Baik yang dilakukan secara langsung maupun medsos,” ungkap Jaenudin yang juga berdinas sebagai Kepala Seksi Pelayanan pada Kecamatan Kemiri.
Ia pun berharap dengan kegiatan semacam ini secara konsisten bisa terus diasah dan dikembangkan lagi. Apalagi di tahun ini Pemerintah mencanangkan program MPLS yang RAMAH, maka hal tersebut erat kaitannya dengan anti-perundungan dan etika di media sosial.
“Saya sangat berterima kasih kepada RTIK yang sudah konsisten mengawal dan mengedukasi kami terkait literasi digital, tentunya juga atas koordinasi Pak Ilham. Semoga kami dapat mengembangkan dan mencanangkan SMK Citra Madani sebagai rintisan sekolah cakap digital, insya Allah,” harapnya.













Hari ini : 2276
Kemarin : 2730
Total Kunjungan : 2275553
Hits Hari ini : 9209
Who's Online : 57