Wangsa Bonokeling Salah Satu Kekayaan Nusantara Indonesia

Wangsa Bonokeling Salah Satu Kekayaan Nusantara Indonesia

Banyumas-Wangsa Bonokeling, Kekayaan Kepercayaan Nusantaran Indonesiamemiliki kekayaan alam dan budaya yang begitu melimpah. Dari Sabang hinga Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote terdapat ciri yang beragam. Selain itu Indonesia yang berada di garis katulistiwa banyak melahirkan beragam tradisi dan penganut kepercayaan.

Leluhur menurunkan tradisi kepada generasi penerus. Arus modernisasi memang telah mengikis budaya turunan itu, tetapi ada banyak pula masyarakat yang menolak untuk melupakan tradisi. Meski begitu, kita tetap berada dalam naungan Bhineka Tunggal Ika yang selalu mempersatukan.

Perbedaan keyakinan juga membuat negri ini semakin kaya. Seperti keyakinan Wangsa Bonokeling yang dianut warga sekitar Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah. Keyakinan ini sudah ada sejak nenek moyang kita beberapa ratusan tahun silam, namun hingga kini tetap lesatari setia dianut para pengikutnya.

Wangsa memiliki arti kelanjutan atau keturunan dari suatu kekuasaan pemerintahan yang dipegang oleh satu garis keturunan kerajaan itu sendiri. Bonokeling, sendiri diambil dari nama seorang Kyai Bonokeling yang konon mempunyai penghormatan tertinggi yang dianggap leluhur pada masanya.
Lalu siapakah gerangan Kyai Bonokeling?

Asal-usul Bonokeling sejatinya masih misterius hingga kini. Pada kenyataannya memang tidak ada sejarah yang mencatatnya. Tampaknya warga meyakini bahwa merahasiakan jati diri ajaran Bonokeling merupakan salah satu upaya melestarikan warisan budaya ini.

kabar angin menyebut, Kyai Bonokeling adalah nama salah seorang patih di Kerajaan Pasirluhur. Kabar lain juga menyebut Kyai Bonokeling diyakini sebagai cikal-bakal leluhur yang menurunkan seluruh ajaran kepada anak cucunya. Sosoknya sangat dipercaya memiliki ilmu kebatinan tinggi, yang dapat digunakan sebagai jalan bagi keturunannya untuk menggapai keselamatan dunia dan akhirat
Wangsa Bonokeling sebagian besar berada di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Banyumas.

Dicky

Bagikan:
Tags:

No Responses

Leave a Reply