Sekolah Tidak Boleh Tahan Ijazah Siswa Apapun Alasanya

Sekolah Tidak Boleh Tahan Ijazah Siswa Apapun Alasanya

TANGERANG – Diskriminasi di dunia pendidikan masih terjadi. Bentuknya bermacam-macam. Ada sekolah yang memisahkah tempat ujian peserta didik karena tidak membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Ada juga sekolah yang menahan ijazah hingga bertahun-tahun.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Banten Wilayah Tangerang. Lembaga yang kini dipimpin Makmur, ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI)  itu mengatakan larangan SMA/SMK di Ruang kerja nya Pihak sekolah dilarang bertindak yang tidak seharusnya dilakukan dalam dunia pendidikan.

Makmur mengaku mendapat informasi ada sekolah di Tangerang yang tidak memberikan pelayanan dengan baik. Salah satunya, siswa yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) ditempatkan di ruangan berbeda.

Alasannya menunggak pembayaran SPP. Menurut dia, tindakan tersebut akan berdampak buruk bagi psikologis anak. Meski pemerintah provinsi (Pemprov) memberlakukan penerapan SPP, dia menekankan sekolah tidak terlalu mengedepankan komersialisasi.

”Ini lembaga pendidikan. Bukan lembaga business oriented. Seandainya ada anak menunggak SPP, tidak usah mengambil sanksi memisahkan ruang ujian dengan siswa lain,” tegasnya tanpa menyebut identitas sekolah itu kemarin.

Makmur Napitupulu menambahkan, mengenai tunggakan SPP, kemungkinan orang tua siswa sudah memberikan iuran tersebut. Namun, bisa jadi anak tidak menyampaikan kepada pihak sekolah. Ada juga yang memang karena keterbatasan ekonomi.

”Tidak boleh ada pembedaan. Jangan ada diskriminasi. Orang tuanya saja dipanggil. Bicarakan baik-baik,” lanjur Makmur.

Maknir juga mendengar ada sekolah yang menahan ijazah. Padahal, ijazah sangat diperlukan. Misalnya, untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada yang sudah lulus 3-5 tahun, Namun, ijazahnya masih ditahan. Sekolah itu sudah diberi peringatan keras.

”Kalau hilang atau rusak siapa yang bertanggung jawab? Jangan ada penahanan ijazah. Harus diberikan. Tidak mendidik. Bicarakan baik-baik dengan wali murid,” ucap Makmur.

Sopian

Bagikan:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply