Sejumlah Kelompok Tani di Paluta Diduga Bermasalah

Sejumlah Kelompok Tani di Paluta Diduga Bermasalah

KEJARINFO.COM || SUMUT – Data Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) khususnya wilayah Kecamatan Halongonan di duga banyak bermasalah, hal ini di buktikan dengan data yang diberikan oleh Dinas Pertanian melalui Bidang Penyuluhan pertanian.

Saat di jumpai di kantornya, Kamis, (12/5), Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Gojali Harahap di dampingi admin Kelembagaan Gong Matua Siregar memberikan data Poktan yang terdaftar di Sistem Informasi Menajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) untuk tahun 2021 khusus wilayah Kecamatan Halongonan.

Dalam data tersebut, tercatat sebanyak enam Poktan yang terdaftar untuk Desa Pagar Gunung, yakni Poktan Bersama yang diketuai oleh Borkat Siregar, Poktan Mulia diketuai Marakali Siregar, Poktan Mulia l diketuai M. Yunus, Poktan Mulia ll diketuai Jakpak, Poktan Mulia lll diketuai Bgd. Malelo, dan Poktan Bersama lll diketuai oleh Akbar.

Dari data tersebut, sebanyak empat Ketua Poktan tidak dikenal oleh masyarakat Desa Pagar Gunung sehingga keempat Poktan itu patut di duga fiktif, hal ini diperkuat saat Gong Matua Siregar mencoba menunjukkan aplikasi Simluhtan yang di dalamnya hanya tercatat empat Poktan yang berbeda, yakni Poktan Bersama, Poktan Mulia, Poktan Sibagerong dan Poktan Barokah.

Namun saat itu admin kelembagaan Gong Matua Siregar terkesan mencoba berkilah kepada wartawan dan LSM yang menjumpainya saat itu dan mengatakan ada kemungkinan data Poktan yang terdaftar di Aplikasi Simluhtan belum update

Menanggapi hal ini, Ketua LPP TIPIKOR RI Paluta Akhiruddin Siregar merasa kecewa dengan data Poktan yang diberikan, dia menduga ada oknum Pegawai Dinas Pertanian Paluta yang bermain dalam pendataan Poktan, menurutnya hal ini tentu berkaitan dengan penyaluran bantuan pemerintah seperti Pupuk Bersubsidi.

“Diminta kepada Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara untuk memanggil dan memeriksa bagian pendataan Kelompok Tani dan penyaluran pupuk bersubsidi, saya menduga ada oknum pegawai Dinas Pertanian yang berperan menjadi mafia pupuk” ucap Akhiruddin Siregar kepada wartawan.

Di ruangan terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dirman Hasibuan tak bisa memastikan Kelompok Tani yang pernah mengajukan RDKK dan menerima Pupuk Bersubsidi, namun dia berjanji akan melakukan konfirmasi kepada PPL yang bersangkutan.

Wartawan : Ismael Siregar

Bagikan:
Tags:

No Responses

Comments are closed.