Tangerang, – Tenggelamnya Kapal Nelayan KM Putra Lintang kali adem tangerang ditabrak oleh kapal nelayan yang tidak dikenal. Kejadian tersebut sekitar pukul 03.30 Wib di barat pulau Bokor kepulauan seribu. Kronologi kejadian saat kapal nelayan KM Putra Lintang sedang melaju pelan sambil menyortir hasil tangkapan, tiba tiba kapal nelayan berwarna hijau melaju kencang sampai menabrak bagian belakang kapal Nelayan KM Putra Lintang sehingga mengakibat kapal tersebut alami kebocoran hingga tenggelam. “Kamis 10/9/2026
Menurut keterangan Gunawan selaku korban menjelaskan kepada media kejarinfo, sekitar setengah empat pagi kapal saya berjalan pelan sambil menarik jaring dan menyortir hasil tangkapan, tiba tiba ada kapal rampus melaku kencang tanpa terkendali sehingga menabrak bagian Buritan kapal saya yang mengakibatkan kapal tenggelam.“katanya
Korban menjelaskan kapal berwarna hijau itu ditumpangi tiga awak kapal, namun sangat di sayangkan ketika tabrakan terjadi kapal saya alami kebocoran yang disebabkan kayu buritan patah, pelaku bukan menyelamatkan saya malah kabur dengan menutupi wajah sambil tancap gas, intinya saya ingat kapalnya.“katanya Gunawan
Dengan kondisi sendiri tentu saya syok melihat kapal semakin tenggelam, dengan kondisi itu saya hanya bisa pasrah untuk menyelamatkan diri dengan memegang fiber sambil terumbang ambing ditengah lautan. Keadaan masih malam, saya berupaya untuk meminta bantuan bermodalkan lampu senter, alhamdulillah salah satu kapal nelayan merespon untuk melakukan pertolongan.
Sementara itu darsono mengatakan saat dirinya melaju hendak mencari titik ikan ada sorotan lampu senter terus menerus seperti orang minta tolong, dengan firasat yang kuat dibarengi jiwa nelayan yang baik maka ia bergegas untuk menuju cahaya senter tersebut.
Setiba dilokasi Darsono kaget dan syok ternyata yang menyoroti lampu terus- menerus adalah anaknya sendiri yang mengalami kecelakaan akibat kapal nya ditabrak kapal yang tidak bertanggung jawab. Ia mengecam kepada pelaku yang sudah mencelakakan anaknya dilaut untuk segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab, jangan sampai buntut persoalan ini menajdi panjang.“pintanya
Sudah salah malah kabur ucapnya dengan nada emosi, nabrak kapal di laut dengan kondisi sendiri sampai tenggelam, bukan ditolongin malah kabur, sampean manusia apa bukan? tega bener, apa sudah niat mau bunuh orang. Saya selaku orang tua nya sedih campur kecewa ko sesama nelayan begitu jiwanya, untung anak saya masih hidup berkat alat bantuan fiber dan lampu. Ungkap darsono sambil meneteskan air mata.
Alhamdulillah kejadian tabrak kapal di perairan Pulau Bokor tidak memakan korban jiwa, namun pelaku sampai saat ini belum menunjukkan ikhtikad baik kepada keluarga korban. Kapal KM Lintang berhasil ditarik ke darat menggunakan dua kapal bantuan.
DK









