Sindang Jaya — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Himata melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para Peserta Didik Baru. Acara yang berlangsung di Gedung Aula PKBM Himata Kp. Cayur RT 01 RW 01 Desa Sindang Sono Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Minggu 2/8/2026.
Kegiatan literasi ini sangat penting untuk mengenalkan cara menggunakan teknologi digital yang cerdas, sopan, dan aman kepada peserta didik baru serta mengajarkan siswa agar bisa memilah informasi benar dan tidak menyebarkan berita palsu karena program pembekalan bagi siswa baru, agar cakap beretika, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi serta media sosial.
Ahmad Taufiq Jamaludin, Ketua Relawan TIK Provinsi Banten selaku Fasilitator di kegiatan MPLS PKBM Himata mengungkapkan syukur dan rasa terima kasih dirinya bisa berkesempatan untuk mengisi program pembekalan untuk siswa baru tentang literasi digital. Menurutnya, sebanyak 40 peserta yang mengikuti kelas paket A, B dan C, merasa antusias dengan kegiatan MPLS di PKBM ini.
Masih kata dia, selain peserta baru PKBM Himata ada beberapa mahasiswa KKN angkatan XI dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang ikut hadir di kegiatan MPLS PKBM Himata untuk mendukung kepada peserta didik yang sedang berjuang mengikuti program kesetaraan.
Sementara itu Kepala PKBM Himata Madsoni, M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada siswa-siswi yang sudah mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di PKBM Himata.
“Tentunya saya juga menyampaikan apresiasi kepada Fasilitator Bapak Taufiq yang sudah memberikan pemahaman tentang Digitalisasi kepada siswa PKBM Himata”, ungkap Madsoni yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.
“Pesan saya jangan putus harapan untuk menempuh pendidikan, karena pendidikan itu sangat penting bagi masa depan karena pendidikan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas peluang kerja, dan membentuk karakter yang baik, jadilah manusia yang bernilai, layaknya mata uang yang bernilai, walapun mata uang di lecek lecek, di injak injak, kotor, masih tetap bernilai dan bermanfaat untuk perjalanan hidup, begitu juga kalian semua.“ungkapnya.








