Grobongan ( Kejarinfo ) – Gubernur Jawa Tengah mendapatkan laporan terkait semerawutnya data pembagian bantuan sosial tunai (BST) oleh sejumlah kades dalam acara Rembug Desa, Gubernur Jawa Tengah langsung cek ke lapangan.benar saja, bantuan tidak tepat sasaran ia temukan dalam pengecekan itu.
Saat mengecek pembagian BST di Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon Grobogan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemukan ada salah satu penerima BST adalah karyawan SPBU. Tak hanya itu, ia juga menemukan adanya perangkat desa yang mendapatkan bantuan yang sama.
Awalnya Ganjar ngobrol dengan sejumlah warga yang menerima bantuan di balai desa itu.
Selain tanya kabar, Ganjar juga mengorek informasi tentang siapa penerima sebenarnya Mas sampeyan ngopo? Ambil bantuan? Sehari-hari kerja apa,” tanya Ganjar pada salah satu penerima BST.“Saya dapat BST pak
Sehari-hari kerja di SPBU,” jawabnya Ganjar Pranowo langsung tersenyum, Ia menanyakan apakah ia masih gajian dan berapa gajinya dalam sebulan Masih pak, gaji saya perbulan UMK,” jawabnya
Tak berhenti sampai di situ, ternyata ada salah satu perangkat desa yang juga terdaftar mendapatkan bantuan BST.
Kades juga terkejut, karena ia tak pernah mendaftarkan daya dapat pak, tidak tahu kok bisa dapat. Tapi tidak akan saya ambil. Untuk warga lain yang membutuhkan saja,” jawab perangkat desa tersebut dan diacungi dua jempol oleh Ganjar.
Kades Panunggalan, Moch Pujiyanto mengatakan, ada enam warganya yang mendapatkan bantuan dobel-dobel dari pemerintah.
Selain itu, ada warganya yang masih gajian termasuk perangkat desa yang dapat itu data dari Kementerian Sosial, kita tidak tahu apakah kesalahan data, salah tulis atau salah update. Tapi yang perangkat tadi tidak diambil. Nanti kita perbaiki, termasuk warga yang tadi masih bekerja di SPBU,” katanya
Pujiyanto menerangkan, selama ini perbaikan data yang di breakdown dari tingkat desa memang belum dilakukan pihaknya akan tetap melakukan penyisiran data untuk perbaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menduga menemukan kasus-kasus seperti itu. Sebab kemarin saat rapat bersama Kades di Rembug Desa, hal itu sudah disampaikan.
“Sudah pasti, makanya kenapa saya datang langsung untuk melakukan pengecekan, agar tahu kondisinya kemarin Kades-Kades banyak masukan, pak Ganjar kok datanya nggak sama, saya bilang sabar, ojo nesu. Akan kami klarifikasi,” katanya
Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Kemensos terkait hal itu Ia meminta ibu Risma mengirimkan data siapa saja yang dapat bantuan di Jawa Tengah, nanti saya dan teman-teman Kades akan melakukan checking, tadi pak Kades sampakan bagus, ada perangkat yang dapat, ada pegawai pom bensin yang masih gajian juga dapat. Menurut saya beliau jujur, dan ini memang tidak bener,” katanya
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo menegaskan siap membantu pemerintah untuk membersihkan data-data itu sambil bantuan diberikan sambil proses pembersihan data, ada juga data ganda, nanti kita bersihkan tentunya daerah siap membersihkan, agar tidak terjadi situasi seperti ini,
soalnya ini yang kerap menjadikan kecemburuan sosial di masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh Kades/Lurah di Jateng tidak ada yang marah dengan hal ini ,masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, sambil penyerahan bantuan tetap dilaksanakan. D(















Hari ini : 1764
Kemarin : 1619
Total Kunjungan : 2053991
Hits Hari ini : 12602
Who's Online : 13