Redaksi Media Kejarinfo Mengucapkan Dirgahayu Ke-25 Provinsi Banten

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
Sejarah Banten mencakup masa Kesultanan Banten yang jaya sebagai pusat perdagangan dan Islam pada abad ke-16, hingga akhirnya menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat dan pemekarannya menjadi provinsi sendiri pada tahun 2000 melalui UU No. 23 Tahun 2000. 

Masa Pra-Kesultanan dan Kesultanan Banten
  • Awal Mula:
    Banten sudah dikenal sebagai kota pelabuhan penting sejak abad ke-14 dan menjadi salah satu wilayah pertama yang masuk pengaruh Islam dari Cirebon. 

  • Berdirinya Kesultanan:
    Pada abad ke-16, wilayah ini menjadi Kesultanan Banten yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati. 

  • Masa Kejayaan:
    Banten mencapai puncak kejayaannya di abad ke-16 dan 17 di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, menjadi pusat perdagangan rempah-rempah internasional dan pusat kebudayaan Islam. 

  • Penurunan Kekuasaan:
    Kejayaan Banten terganggu oleh VOC, dan akhirnya Banten berada di bawah pengaruh Belanda setelah Sultan Ageng Tirtayasa dilengserkan. 

Banten di Bawah Kolonialisme 

  • Bagian dari Jawa Barat: Setelah Kesultanan Banten runtuh, wilayahnya menjadi bagian dari Hindia Belanda dan kemudian menjadi keresidenan di bawah Provinsi Jawa Barat pada masa Hindia Belanda.
Provinsi Banten Modern 

  • Pemekaran dari Jawa Barat: Provinsi Banten secara resmi dibentuk pada 17 Oktober 2000 melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2000.
  • Hari Jadi: Tanggal 4 Oktober 2000 diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Banten, ditandai dengan Sidang Paripurna DPR untuk pengesahan RUU Provinsi Banten.
  • Pusat Pemerintahan: Ibu kota Provinsi Banten adalah Kota Serang.

Pos terkait