Sejarah Banten mencakup
masa Kesultanan Banten yang jaya sebagai pusat perdagangan dan Islam pada abad ke-16, hingga akhirnya menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat dan pemekarannya menjadi provinsi sendiri pada tahun 2000 melalui UU No. 23 Tahun 2000.
Masa Pra-Kesultanan dan Kesultanan Banten
-
Awal Mula:
Banten sudah dikenal sebagai kota pelabuhan penting sejak abad ke-14 dan menjadi salah satu wilayah pertama yang masuk pengaruh Islam dari Cirebon.
-
Berdirinya Kesultanan:
Pada abad ke-16, wilayah ini menjadi Kesultanan Banten yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati.
-
Masa Kejayaan:
Banten mencapai puncak kejayaannya di abad ke-16 dan 17 di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, menjadi pusat perdagangan rempah-rempah internasional dan pusat kebudayaan Islam.
-
Penurunan Kekuasaan:
Kejayaan Banten terganggu oleh VOC, dan akhirnya Banten berada di bawah pengaruh Belanda setelah Sultan Ageng Tirtayasa dilengserkan.
Banten di Bawah Kolonialisme
- Bagian dari Jawa Barat: Setelah Kesultanan Banten runtuh, wilayahnya menjadi bagian dari Hindia Belanda dan kemudian menjadi keresidenan di bawah Provinsi Jawa Barat pada masa Hindia Belanda.
- Pemekaran dari Jawa Barat: Provinsi Banten secara resmi dibentuk pada 17 Oktober 2000 melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2000.
- Hari Jadi: Tanggal 4 Oktober 2000 diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Banten, ditandai dengan Sidang Paripurna DPR untuk pengesahan RUU Provinsi Banten.
- Pusat Pemerintahan: Ibu kota Provinsi Banten adalah Kota Serang.