Dituduh membisniskan mobil siaga Oleh Oknum DPRD Kab.Tangerang Ini Penjelasan Syaipul ?

Dituduh membisniskan mobil siaga Oleh Oknum DPRD Kab.Tangerang Ini Penjelasan Syaipul ?

Kejarinfo.com – Polemik mobil siaga di desa Tegal Kunir Kidul kecamatan Mauk beberapa waktu lalu yang ditarik oleh oknum dewan kabupaten Tangerang lewat keluarganya belum menemukan titik terang. Kamis 5/20

Mobil siaga berjenis minibus berspesifikasi APV yang digelontorkan lewat aspirasi dewan pada tahun 2017 ke desa Tegal Kunir kidul lewat reses 1 oleh partai Demokrat yang disaksikan masyarakat sekitar, dimana masalah tersebut menimbulkan polemik di lingkungan Desa sehingga terbit dibeberapa media online.

Ditudingnya syaipul Bahri selaku supir mobil siaga desa tegal kunir kidul oleh oknum DPRD kabupaten Tangerang Hj.Aida soal statmen nya dimedia “
bertahun tahun mobil siaga dimanfaatin oleh oknum sopir Epul Syaipul Bahri,  untuk bisnis pribadi sebagai Ladang usaha mencari nafkah keluarga tanpa menghargai kesepakatan bersama dengan ketua kelompok penerima manfaat (KPM) bahwa setiap warga pengguna mobil siaga harus setor cash, guna biaya perawatan.

Pemeliharaan kendaraan ,penggantian  oli dan bayar pajak2 .sampai sekarang laporan satu rupiah pun tidak ada,”itu laporan yang saya terima dari KPM pak,” penjelasan Hj.Aida anggota DPRD kabupaten Tangerang melalui WA,Rabu (4/11/20) tentu terkait hal ini tidak benar, dirinya tidak terima atas statmen dewan Hj.Aida memfitnah saya. Ucap Syaipul

Dipekerjakannya saya di desa tegal kunir kidul oleh kepala desa tak lain hanya mengabdi untuk membantu kepala desa dalam melayani masyarakat dari segi pelayanan kesehatan. Tidak mengenal waktu siang dan malam saya mengorbankan waktu hanya demi melayani masyarakat desa tegal kunir kidul dengan intruksi kepala desa tidak diperbolehkannya meminta ongkos kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.

Bagaimana ceritanya dewan perwakilan daerah kabupaten Tangerang Hj.Aida menuding saya telah membisniskan mobil siaga untuk kepentingan pribadi selama 3 tahun??? tempat tinggal saja saya masih numpang, motor tidak punya untuk menyambung hidup saja istri saya harus bela belain ngamen dijalanan, apakah ini penilaian seorang dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten tangerang Hj.Aida terhadap saya??? Tentunya saya sebagai masyarakat biasa hanya menerima dengan pasrah saat mendengar tudingan seperti itu, yang jelas pengabdian saya siang dan malam tanpa mengenal waktu hanya untuk membantu masyarakat Tegal kunir kidul” silahkan tanya masyarakat.” Ungkapnya sambil nada kecewa

Syaipul juga menceritakan pada saat dijemput oleh kemal sekira pukul 15.00 wib, kemal yang tak lain keluarga dari dewan Hj.aida dengan dalih H.Saepul ingin bertemu tetapi hanyalah jebakan semata, setelah tiba disana terlihat ada sekumpulan orang termasuk Dewan Hj. Aida sudah bersamanya seolah-olah sudah menantikan kedatangan saya.”ujar syaipul

Satu persatu mulai menanyakan perihal berita yang beredar diluaran sana terkait oknum dewan menanrik mobil siaga desa tegal kunir kidul, syaipul juga menjawab terkesan dipaksa oleh oknum dewan untuk membuat statmen pernyataan lewat video bahwa dewan Hj.Aida tidak benar menarik mobil siaga desa Tegal Kunir kidul, terlihat dengan wajah penuh tekanan, tentunya ucapan itu tidak sesuai apa yang terjadi dilapangan karena dirinya serba salah mau tidak mau harus ikutin apa yang diperintahkan dewan Hj. Aida.” Ungkap syaipul lagi

Wawan saruyu selaku kepala desa Tegal Kunir kidul menyampaikan penjelasanya kepada wartawan, terkait mobil siaga dirinya akan panggil yang bersangkutan secara administrasi, seharusnya pihak dewan Hj.Aida menggunakan etika saat pengambilan mobil siaga tersebut sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini, jangan karena tidak adanya setor cash seperti statmen yang dikatakanya lewat media online bisa melakukan semaunya, ditambah mobil tersebut diambil begitu saja tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada kepala desa. katanya kepada wartawan

Wawan juga tidak pernah melakukan komitmen apapun dengan dewan Hj. Aida maupun kepada KPM terkait setoran wajib kepada kelompok penerima manfaat (KPM), seandainya itu ada dirinya akan menolak, untuk kepentingan masyarakat dalam pelayanan kesehatan biarkan kepala desa yang menanggung, selagi mobil itu bisa dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, jadi tidak perlu masyarakat untuk setor ke kelompok penerima manfaat (KPM). Tegasnya

Saat ditanya kebenaran pajak yang belum dibayarkan selama 3 tahun dirinya mengakui, karena pada saat penyerahan unit mobil siaga ke desa Tegal Kunir kidul lewat reses 1 partai Demokrat pihak nya tidak menyerahkan Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor(BPKB ), karena syarat untuk pembayaran pajak bermotor salah satunya BPKB. Wawan saruyu berharap permasalahan ini dapat menemukan solusi agar pelayanan kesehatan masyarakat di desa Tegal kunir kidul dapat berjalan kembali seperti biasanya.

Red

Bagikan:
Tags:
banner 468x60
banner 468x60
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply