Dirut PT Bukit Asam.Tbk Ingatkan Kontraktor Mitra PTBA Jangan Mengerjakan Proyek Asal Jadi

Dirut PT Bukit Asam.Tbk Ingatkan Kontraktor Mitra PTBA Jangan Mengerjakan Proyek Asal Jadi

Kondisi trotoar yang sudah sebagian dikerjakan dengan cor beton, dan terlihat kayu-kayu penyanggah yang tentunya kalau sudah lapuk dapat menyebabkan kebuntuan di saluran yang juga tidak mengalami pengerukan/pendalaman. Pembangunan Plaza Saringan Tanjung Enim oleh PT. Parosai tampak masih dalam proses pengerjaannya. Dan, saat ini sedang membangun trotoar untuk pejalan kaki di sekitar kawasan Pasar Baru Tanjung Enim, yang menurut infonya satu paket dengan pedestrian yang berlokasi di Pasar Bantingan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim,Sumsel.

Diketahui,pembangunan tersebut merupakan serangkaian program Tanjung Enim Kota Tujuan Wisata yang menjadi program PT.Bukit Asam Tbk.

Sebagai orang nomor satu di PTBA,Suryo Eko Hadianto tentunya menginginkan yang terbaik untuk Tanjung Enim. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pengerjaan proyek pedestrian yang berlokasi di Bedeng Kaca Tanjung Enim bebeapa waktu lalu (Senin, 20/9/2021).

Dirut PTBA itu juga mengingatkan kepada seluruh kontraktor yang menjadi mitra PT Bukit Asam Tbk ke depan, agar tidak mengerjakan proyek-proyek PT Bukit Asam Tbk asal jadi.

“Nanti,sewaktu-waktu saya akan turun langsung kembali untuk mengecek proyek-proyek yang dikerjakan.Saya minta temuan yang ada seperti sekarang ini,tidak ada lagi. Semua yang asal-asalan, harus diperbaiki kembali. Saya minta semua proyek di lingkungan PTBA agar mengedepankan kualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang ada,sebut Eko,”saat itu

sembari meminta semua pengawas dan kontraktor bisa bekerja profesional.

Bangunan Trotoar Pasar Bantingan Dipertanyakan,

Terpantau awak media saat melintas di jalan Pasar Bantingan Tanjung Enim,hari Minggu (03/10/2021), bangunan Plaza  Saringan sudah terlihat tiang menaranya,pemasangan ram besi enam mm tanpa mengikat dengan cor dinding penahan tanah.

Sedangkan pembangunan trotoar masih dalam keadaan kerangka yang tersusun batubata sebagai landasan tanpa menggunakan batu kali,dan pengecoran di saluran induk tidak ada tiang penyanggah serta balok gantung untuk menahan cor beton tersebut, artinya hanya mengandalkan dinding penahan tanah saja yang dikeroaki sebagai landasan.

Kondisi tersebut ditanggap oleh salah satu pengawas PT. Parosai,Bagus Jamal kepada awak media.

“Walaupun tidak ada tiang penyanggah dan balok gantung,tetap dijamin kekuatannya,walaupun hanya reng balok melintang yang menumpu pada dinding lama yang dikeroak’i,” jelasnya.

Sementara Pengawas dari kontraktor,Guntur melalui Whatsapp nya menyampaikan atas kondisi tersebut,”bahwa bangunan Plaza Saringan satu paket dengan pedestrian (trotoar),” jelasnya.

Budi Lesmono selaku ketua infrastruktur tim kota wisata PT.BA ketika di konfirmasi Awak media mengatakan,

“bangunan Plaza Saringan satu paket dengan pedestrian di Pasar Bantingan.

Itu bukan saluran,batubata hanya landasan trotoar sesuai dengan gambar desain,”jelasnya.

Namun,kondisi tersebut juga dipertanyakan pedagang disekitar bangunan pedestrian.

“Kalo dak tahan bangunan ini, kalo cuma landasan pake batubata bae,”ujarnya dengan nada tanda tanya.(mb/tim)

Bagikan:
Tags:

No Responses

Comments are closed.