Bogor – Kapolsek Cileungsi Kompol Edison membongkar jaringan pengoplos gas elpiji bersubsidi di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui operasi penyamaran. Dalam operasi tersebut, Edison menyamar sebagai petugas PLN untuk memetakan lokasi oplosan yang sulit dijangkau karena pelaku menerapkan sistem pengawasan berlapis.
Edison mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula pada Februari 2025 saat terjadi kelangkaan elpiji bersubsidi. Saat itu, ia baru sekitar satu bulan bertugas dan diminta membantu penanganan kelangkaan gas subsidi.
Dari hasil pemetaan awal bersama Bhabinkamtibmas dan anggota, polisi menemukan wilayah Cileungsi, khususnya Cileungsi Kidul, Cibubur, dan Dayeuh, kerap menjadi lokasi penyalahgunaan elpiji bersubsidi. Menurut Edison, penindakan terhadap praktik oplosan gas tidak mudah karena pelaku selalu menghindari aparat sehingga harus dijerat melalui tangkap tangan.
“Kalau kami datang dan pelaku tidak sedang menyuntik gas, itu tidak bisa ditangkap. Harus benar-benar tangkap tangan,” kata Edison dikutip dari Brigade Podcast Kompas.com, Sabtu (31/1/2026).
Pengoplos Elpiji Subsidi di Pekanbaru Jadi Tersangka, Raup Omzet Rp 1,6 Miliar Di lokasi tersebut, terdapat operator di sejumlah titik jalan yang bertugas memberi peringatan jika ada orang asing masuk, sehingga aktivitas oplosan langsung dihentikan.
Untuk menembus sistem tersebut, Edison terlebih dahulu menggali informasi dengan mendatangi lokasi tanpa penyamaran dan berpura-pura meminta “jatah preman”. Dari cara itu, polisi memperoleh gambaran jaringan pelaku, mulai dari penyuntik, penyedia tabung, pemilik tempat, hingga pemodal.
Polisi berhasil menangkap pelaku yang sedang mengoplos gas dan mengamankan sejumlah pihak terkait. Dari keterangan para tersangka, polisi mengetahui bahwa hampir satu blok wilayah tersebut terlibat praktik oplosan.
Lihat Foto Skala kegiatannya bervariasi, dari rumah-rumah yang mengoplos puluhan tabung seperti usaha kecil, hingga partai besar di lapangan terbuka yang bisa memindahkan 100 hingga 400 tabung gas. Selain oplosan, lokasi tersebut juga diketahui menggunakan listrik ilegal dan berdiri di atas tanah garapan.
Agar bisa memetakan lokasi secara detail tanpa dicurigai, Edison kemudian menyamar menggunakan rompi dan helm PLN yang dipinjam dengan izin.
Bersama ketua RT setempat dan anggota yang mengoperasikan drone, ia masuk ke permukiman dengan alasan memeriksa instalasi listrik dan kabel liar. Dalam proses itu, polisi mencatat titik-titik gudang, rumah kontrakan, serta lahan kosong yang digunakan untuk oplosan, sekaligus melakukan penandaan lokasi dan pengecekan status tanah. Setelah pemetaan dilakukan selama beberapa hari, polisi melanjutkan penindakan dengan strategi tangkap tangan.
Edison kembali menyamar, kali ini sebagai kurir dan pengemudi ojek daring, sementara anggota lain bersiaga di titik-titik tertentu. Begitu pelaku tertangkap sedang menyuntik gas, kode dikirim dan petugas langsung masuk ke lokasi untuk melakukan penangkapan.
Para tersangka terdiri dari penyuntik, pemilik tempat, hingga pemodal. Barang bukti berupa tabung elpiji berbagai ukuran dan peralatan oplosan telah diamankan di Polsek Cileungsi untuk proses hukum lebih lanjut.
Sumber Ktv













Hari ini : 1321
Kemarin : 2698
Total Kunjungan : 1976271
Hits Hari ini : 3601
Who's Online : 15