Balita Berusia Tiga Tahun Menjadi Korban Pembunuhan Di Demak

Balita Berusia Tiga Tahun Menjadi Korban Pembunuhan Di Demak

Demak-Balita berusia tiga tahun menjadi korban pembunuhan di Demak, Jawa Tengah. Balita bernama Raden Darma Wijaya itu dibunuh karena histeris saat keempat pelaku mengeroyok ayah korban, Farid Efendi (42).

“Jadi mereka takut, pada saat mereka melakukan aksinya, melakukan pengeroyokan kepada bapak daripada anak tersebut, anak ini melihat. Jadi mereka punya pikiran ini bisa menjadi saksi, akhirnya mereka takut dan dibawa,” kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Budi menyebut korban dan keluarganya yang berasal dari luar kota itu tiba di Demak sejak awal Desember lalu untuk berbisnis percetakan dengan para pelaku. Namun, para pelaku menduga ayah korban memiliki ilmu hitam, karena mereka sering mengeluh sakit sejak keluarga korban tinggal di kontrakan mereka.

“Atas dasar sakit hati karena mengira kedatangan keluarga Farid menyebabkan para pelaku dan keluarganya sakit, kemudian mereka merencanakan pembunuhan terhadap Farid beserta keluarganya,” terang Budi.

Keempat pelaku yakni Mokamad Saerofi alias Doyok (30), Muhammad Khoirul Anwar (24), Muhammad Rifqy Rosadi (24), dan Muhammad Nasirun (32). Budi menyebut para pelaku akhirnya merencanakan untuk mengeroyok Farid pada Selasa (21/12). Saat kejadian Farid dan anaknya yang sedang tidur di lantai atas rumah tersebut.

“Para pelaku menganiaya korban menggunakan balok kayu hingga tidak sadarkan diri. Takut kejadian itu di ketahui istri dan anaknya, kemudian para pelaku membawa istri dan anaknya kabur membawa mobil yang sudah disiapkan,” terangnya.

Saat itu ibu korban, Titin (30) berhasil melarikan diri. Namun, korban yang masih balita itu berhasil dibawa kabur para pelaku menggunakan mobil ke arah Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Di sisi lain, penganiayaan itu juga diduga karena korban Farid diduga akan melaporkan para pelaku ke polisi terkait kasus produksi uang palsu. Polisi pun masih mengusut soal kasus ini.

“Kemungkinan bisa seperti itu, karena saudara Farid ini sebelum kejadian pengeroyokan, itu pernah ngobrol dengan polisi. Polisi yang sedang ada di dekat kontrakan tersebut. Kemungkinan para pelaku ini mengira bahwa saudara Farid ini ya, dia akan melaporkan terkait kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku, (atau jadi mata-mata),” terang Budi.

“Ya ini masih kita dalami nanti, setelah mungkin nanti ini kita bisa tahu apakah mereka ini bener melakukan kegiatan untuk memproduksi upal, dan seberapa banyaknya nanti setelah kita melakukan pendalaman,” katanya

Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsidair Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana Atau Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun bui.(Dayat dan Supa’at)

Bagikan:
Tags:

No Responses

Comments are closed.