Kejarinfo, com. (BOGOR),- Berkaitan dengan kesibukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ajaran tahun 2021-2022 tingkat SMA dan SMK Negri.
I Made Supriatna selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah II Jawa Barat yang mengkoordinir wilayah kota Bogor – kota Depok jarang masuk ke kantor.
Di duga menghindar dari tamu yang ingin bertemu kepada nya, tetetapi ada dugaan lain KCD terkena covid 19 tersebut, dikarenakan, I Made selaku KCD wilayah II sering melakukan berbagai kegiatan pertemuan – pertemuan di luar kantor di wilayah zona merah yakni, Kota Bogor dan Kota Depok.
Saat dikunjungi awak media ke kantor KCD II wilayah Jabar Jln, Pangeran Sugiri No, 25 Kamis (1/7/2021), selalu sibuk tak ada ditempat, dan sulit ditemui dikantornya.
” Bapak lagi di luar, tak ada di tempat kata Masudi seperti Security”.
Awak media ini, sambil menunggu I Made sempat berbincang dengan Irwan petinggi KCD Provinsi Jawa Barat.
Setelah menunggu tak kunjung ada, selintas mobil dinas KCD datang parkir di depan kantor KCD kemudian langsung awak media ini mempertanyakan kepada seorang Sopirnya pak I Made Supriatna,
Bapak kemana tanya awak media bertanya, koc bapak gak ikut di dalam mobil, jawab sopir, bapak sedang ada pertemuan di Kodim Depok, kemudian rapat pertemuan di SMAN 12 Depok bersama pak Rahmat K3S bersama kepsek SMAN 6 pak Fatah, kata sopirnya saat dijumpai di halaman parkir kantor KCD
Dengan banyaknya pertemuan yang dilakukan I Made Supriatna menjelang ajaran tahun 2021-2022, disinyalir telah dikatakan mengabaikan Protokol kesehatan, seharusnya kunjungan tersebut harus diganti dengan Online atau zoom meting, mengingat wabah penyebaran virus di kota Bogor dan kota Depok sedang meningkat penularan Covid-19 varian baru di wilayah zona merah tersebut
“kota Bogor dan kota Depok, angka peningkatannya kedua kota ini sangat tinggi se – Jawa Barat”.
Dengan melonjaknya Pandemi Covid, banyak yang menjadi OTG dan ODP karena sering berkumpul dan menghadiri pertemuan di ruangan kantor yang ber AC, sehingga I Made Supriatna selaku KCD wilayah II Jawa Barat ini jarang berada di kantor dan sering bepergian di berbagai pertemuan di wilayah zona merah, di duga terkena kategori OTG (orang tanpa gejala), bisa menjadi (ODP) Orang Dalam Pengawasan, juga PDP (pasien dalam pengawasan), bahkan bisa meningkat menjadi positif
Indikasi tersebut juga bisa dipastikan, karena biasanya Hp selulernya No, O878xxxx yang selalu dipegangnya saat di hubungi selalu hidup, namun beberapa hari ini mati, sehingga kesimpulannya ada dugaan terpapar. (Tim)














Hari ini : 1105
Kemarin : 1533
Total Kunjungan : 2056699
Hits Hari ini : 5793
Who's Online : 25