Open Casting Talenta Banten di Mulai, Lumbung Dongeng Nuswantara Siap Lestarikan Budaya Lewat Layar Lebar

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; sv:16.2.14.0.W20; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.26268536, 0.3072225);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Kejarinfocom-Lumbung Dongeng Nuswantara adalah komunitas pegiat film dan budaya yang fokus melestarikan kearifan lokal, cerita rakyat, dan dongeng Nusantara melalui media edukasi dan perfilman, komunitas ini berupaya memperkenalkan keberagaman budaya Banten ke kancah nasional dan salah satunya melalui film layar lebar Kitab Nuswantara, Laras-Menjaga Tanah Leluhur.

“Sebagai mimpi besar Lumbung Dongeng Nuswantara, program ini sudah lumayan lama di gagas. Mulai dari sebuah keresahan kami, teman-teman sineas dari industri perfilman Indonesia, kita ingin punya film daerah yang mengangkat kearifan dengan konsep dongeng,” kata produser film, Brama Yudha di Kota Serang.

Upaya tersebut kata Yudha, langsung diwujudkan dengan penggarapan film yang akan mengangkat berbagai unsur budaya dari sejumlah daerah di Banten, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat melalui open casting di Auditorium PUPR Lantai 7, Gedung Dinas PUPR Provinsi Banten, Kota Serang.“kamis 3/9/2026

 

Rencananya Film Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur akan dikemas dalam genre petualangan dan ditujukan untuk dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Pengangkatan budaya Banten dalam film tersebut berangkat dari keresahan para sineas dan pegiat industri perfilman terhadap semakin banyaknya pengaruh dari luar yang dinilai dapat menggeser keberadaan budaya lokal.

Bahkan, keresahan ini juga menjadi perhatian Agustinus Gusti Nugroho yang akrab disapa Nugie seorang musisi dan aktor film. Tidak hanya itu dia juga sebagai Koordinator Lumbung Dongeng Nuswantara.

“Di wilayah tempat kita tinggal banyak norma dan kearifan yang harus terus kita jalani, agar kita bisa membumi kepada wilayah tempat masing-masing kita tinggal. Kegelisahan ini muncul karena sudah terlalu banyak import hal-hal yang sifatnya tidak original di kehidupan kita sehari-hari,” ucap Nugie

Melalui film Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur, Lumbung Dongeng Nuswantara ingin menghadirkan cerita yang memiliki ke khasan daerah masing-masing dengan memasukkan keberagaman budaya dari berbagai wilayah di Banten ke dalam satu karya.

Sementara, sutradara film, Aby Azy TR, mengatakan keberagaman budaya Banten nantinya akan divisualisasikan melalui sejumlah daerah di Tanah Jawara yang menjadi bagian dari cerita film.

“Insya Allah nanti di visual, delapan kabupaten-kota hadir dalam visual itu, karena sebegitu ajaibnya hal-hal yang kita temukan di Banten ini,” Ungkap Aby.

Rdk

Pos terkait