Keerom – Kejarinfo.com, Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan pertama di Kabupaten Keerom yang menimbulkan polimik di kalangan masyarakat kecil, akibat Penyaluran yang di nilai tidak sesuai, harapan masyarakat, yang mana seharusnya masyarakat menerima, sebesar Rp 900.000, namun yang realisasi adalah Rp 300.000, di tanggapi salah satu politikus Muda Engelberthus Amo, yang juga adalah Anggota DPRD Kabupaten Keerom.
Saat di konfirmasi kejarinfo, fia selulernya (15/8/2021) terkait sejumlah keluhan masyarakat kepada media ini mengatakan, Pembagian Dana Batuan Langsung Tunai (BLT) triwulan pertama oleh Bupati Keerom (Piter Gusbager, S. Hut, Mup) telah sesuai prosedur, di mana untuk triwulan pertama masyarakat harus menerima Rp 900.000, karena perbulan Rp 300.000.
Di katakan, jika di temui adanya keluhan masyarakat maka, kita akan mengecek kepala kampungnya, apakah pembagian BLT yang di maksud, telah sesuai harapan bupati atau tidak, jika tidak sesuai maka kepala kampunglah yang harus bertanggung jawab kenapa dana triwulan pertama untuk rakyat itu tidak di realisasikan semuanya. inikan uang Rakyat bupati sudah realisasikan semuanya.
Kata dia, pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT) triwulan pertama uda selesai, sedangkan triwulan kedua secara simbolis telah di serahkan hari senin kemarin (9/8) untuk distrik Skanto, Arso Barat, Arso, Mannem, dan Arso Timur, sedangkan untuk Wilayah I Keerom nanti seminggu Kemudian, namun bupati sudah sudah menyiapkannya tinggal kapan realisasinya, dengan demikian pembagian BLT ini saya berharap tidak di politisir oleh oknum oknum yang sengaja merusak kapasitas dan kinerja bupati,, kita hari ini butuh perubahan sehingga kami juga masih berusaha untuk memenuhi harapan rakyat secara penuh, jangan ada kepala kampung yang sengaja membuat situasi ini buram.
Menurut, Anggota DPR Asal Partai Nasdem ini, kami telah realisasikan sesuai harapan masyarakat, hanya saja kami berharap jangan ada oknum oknum kepala kampung yang sedang bermain dengan di boncengi sejumlah kepentingan, kami juga memohon kepada masyarakat, bahwa jika dalam realisasi BLT tidak sesuai dengan harapan, segera menanyakan atau laporkan kepada kami, agar kami juga mengetahui dan segera memberikan informasih..
Lebih jauh Engelberthus Amo mengatakan, ini momen bantuan untuk Rakyat, sehingga para kepala kampung di harapkan jujur terhadap rakyat, jangan mengambil sebagian milik rakyat yang akhirnya, berimbas pada timbulnya mosiketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpin kita hari ini..
secara tegas saya sampaikan bahwa, jika itu milik rakyat maka berikanlah sepenuhnya kepada rakyat, jangan kepala kampung memotong hak Rakyat, jikalau ada yang harus di lakukan dengan kepentingan apapun bicara baik baik kepada rakyat melalui forum resmi, biar rakyat tidak mengeluh. “Ungkapnya
(NAB)
















Hari ini : 896
Kemarin : 1621
Total Kunjungan : 2061488
Hits Hari ini : 3473
Who's Online : 20