Kejarinfo ( Sumatra Selatan ) – Riani Ramadhani Balita perempuan berusia 2,2 tahun ,anak dari pasangan Alison Hasman dan Winda Agustiana.Warga Jalan Pejajaran Kampung Rukun Damai RT O1 RW 03 Kelurahan Tungkal Kecamatan Muara Enim,Kabupaten Muara Enim Sumsel,sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari para Dermawan maupun dari InstansiĀ Pemerintah terkait.
Pasal nya anak bungsu dari 4 bersaudara ini menderita Thalassemia yaitu kelainan darah bawaan,yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (Hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal,mengakibatkan Pertumbuhan tidak bisa berkembang seperti anak seusia lain nya.
Menurut keterangan Ana panggilan sang ibu, anak nya sudah menderita penyakit ini sejak usia 1 bulan.Alison sang ayah juga mengutarakan,sejak di vonis oleh Dokter mengidap Thalassemia, anak nya sudah di bawa berobat ke dokter di Muara Enim maupun ke Palembang.Menurut nya yang menjadi permasalahan saat ini adalah biaya untuk berangkat ke Palembang.Sudah 8 kali dia dan istri nya membawa buah hati nya berobat ke Palembang dengan jarak ± 180,5 km menggunakan sepeda motor.Karena tidak ada biaya untuk menyewa mobil.
“Sering saya mau nangis saat di jalan,liat anak saya di gendong ibu nya,kami naik motor ke palembang,kadang cuaca sangat panas,kadang di tengah jalan hari hujan kami terpaksa cari tempat berteduh,”ungkap nya.
Masih menurut Alison,untuk biaya perobatan mereka tidak terlalu terkendala,karena mereka menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS.Tapi untuk biaya transportasi dan kebutuhan di perjalanan dan selama di Palembang,itu yang jadi masalah bagi bapak empat anak ini.Karena penghasilan nya sebagai tukang ojek dan buruh serabutan tidak mencukupi,belum lagi biaya untuk ketiga anak nya yang lain yang di tinggal kan dirumah serta bayar sewa rumah yang terkadang sering telat.Tapi untung nya tuan kontrakan yang sering memberikan keringanan kepada nya.Saat Awak media menyambangi rumah kontrakan nya yang sangat sederhana,Rabu (21/07/2021).
Alison dan Ana mengutarakan permintaannya.Mohon kira nya ada para dermawan ataupun instansi terkait yang terketuk hati untuk bisa membantu nya untuk meringankan beban mereka.Karena menurut nya sampai saat ini belum ada instansi dan para donatur yang membantu nya secara rutin,
“Kalau bantuan memang sudah ada pak,tapi hanya pada saat moment atau acara tertentu,misal di hari ulang tahun instansi atau saat hari hari besar,itupun untuk kebutuhan sehari hari,sudah itu tidak ada lagi yang rutin,”ungkapnya
Di tambahkan Alison,bantuan juga sudah sering mereka dapatkan dari orang orang secara pribadi,baik itu tetangga,bapak polisi,TNI,petugas kesehatan bahkan mantan PJ.Bupati Muara Enim Juarsah juga sudah pernah memberikan bantuan,itupun hanya sesekali dan beberapa bulan yang lalu juga ada bantuan dari Baznas untuk biaya ke Palembang,
“Kami sangat mengharapkan ada uluran tangan dari pemerintah ataupun pribadi untuk membantu kami,karena saran dan anjuran dari dokter anak kami ini berobat rutin ke Palembang 2 Minggu sekali pak,dan karena kami tidak punya biaya terkadang satu bulan lebih baru bisa berangkat,ini saja terakhir kami berobat ke Palembang sesudah lebaran idul Fitri pak,sudah 3 bulanan belum ke Palembang lagi,”papar nya.
Berdasarkan keterangan dari kedua orang tua Riani,saat ini Riani mendapat asupan makanan berupa roti dan juga susu dari posyandu setempat,untuk makan dan minum pun riani memakai selang.Pada saat mau berobat ke Palembang mereka laporan dulu ke puskesmas Tungkal melalui posyandu,lalu di rujuk ke RSUD Rabain Muara Enim, kemudian mendapat rujukan ke RS Umum HM.Husein Palembang.
Namun demikian sejauh ini sudah ada yang membantu, Alison dan istri mengucapkan terimakasih,mereka masih sangat mengharapkan bantuan dan yang paling mereka butuhkan saat ini adalah berupa uang untuk biaya membawa Riani ke Palembang 2 minggu sekali.
Ana mengungkap kan kepada awak media,bahwa saat ini terlepas dari biaya rutin untuk ke Palembang,diri nya juga sudah lama menginginkan kereta atau sepeda dorong bayi.Agar dia lebih gampang untuk membawa Riani baik itu untuk sehari hari maupun pada saat berobat ke palembang,
“Aku kasian pas berobat dulu di RS.MH.Husein,riani kugendong wara wiri untuk mengurus administrasi di RS,kalo ado sepeda dorong mungkin idak ke capek nian,aku harapkan kalo ado yang biso nolong bantu kami untuk sepeda dorong itu,”harap nya, sambil menangis dan menyeka tetesan air mata nya.(mahbub)













Hari ini : 1229
Kemarin : 1834
Total Kunjungan : 2055290
Hits Hari ini : 12339
Who's Online : 26